Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Masih Ada Senyuman Untukku kan?

Gambar
Rabb, ada hal yang sangat ingin kuperjuangkan hingga akhir. Sayangnya, tanganku mulai gigil menggenggamnya. Apa akan lebih baik jika menyerah saja? Tapi, aku takut menjadi pengecut. Aku ingin berlari jauh, jauh sekali. Tapi, aku terlampau malu melarikan diri. DuniaMu masih siap menampung resahku 'kan?  Kian hari, penglihatanku semakin buram oleh air mata. Sampai-sampai, parasku tak lagi kurupa saat bercermin. Aku betul-betul lupa diri. Perasaanku pun mulai sulit kupahami. Dadaku sudah sangat sesak. Aku ingin berteriak sekencang-kencangnya. Kau masih mau mendengar keluhanku 'kan? Sebab tanpaMu, aku tidak berani menghadapi sorotan sinis setiap pasang mata. Apa di luar sana masih ada senyuman yang bisa Kau hadiahkan untukku? Aku ingin berkeliling mencarinya.

Wanita-Wanita Matahari

Gambar
Ngubek-ngubek file foto dan ketemu folder "Temu Kangen". Ini nih salah satu momen kece di akhir tahun 2012, tepatnya 29 Desember. Semuanya masih single loh saat foto ini diabadikan, sebut saja "Wanita-Wanita Matahari" (disesuaikan dengan judul bukunya, hehe). Sekarang kita sudah berada di penghujung tahun 2014, dua tahun berlalu. Tanpa ada unsur kesengajaan dan skenario yang dibuat-buat, empat wanita di deretan atas, kompakan update status jadi "Istri-Istri Sholehah" (Alhamdulillah, Barakallaah ^^). Hmm, siapakah gerangan yang akan segera menyusul? Harap penonton mendo'akan dengan khusyuk ya, semoga Wanita-Wanita Matahari yang masih single tetap diberikan kekuatan dan keistiqomahan dalam menjaga diri dan hati (pokoknya tetap jomblo sampai halal! Hidup JOSH!), tetap semangat untuk belajar dan memantaskan diri karena Allah, serta dimudahkan dalam proses pencarian jodohnya dan segera update status juga di tahun 2015. Aamiin ya Rabbal Alamiin. 
#Anggap sa…

Ada yang Menunggu

Gambar
Segeralah bergegas! Di depan sana, ada seseorang yang telah lama bersabar menanti kadatanganmu.  Berjalanlah cepat-cepat! Di depan sana, ada seseorang yang memilih memelankan langkahnya, bahkan mengorbankan waktunya hanya untuk menunggumu tiba.

Belajar dari Matahari

Gambar
"Kadang kau harus meneladani matahari, ia cinta pada bumi tapi ia mengerti... Mendekat pada sang kekasih justru membinasakan." @salimafillah

Mimpi Dibangun Di Atas Semangat Berlapis

Gambar
Hujan membasahi bumi Gowa sejak kemarin. Tapi haruskah menjadi penghalang langkahku hari ini?. Karena hujan tak pantas menjadi
alasan yang bisa menggagalkan rencana hebat kita, kan?.Bagaimana pun wajah yang ditampilkan bumi, pokoknya hari ini harus tetap semangat ke sekolah untuk mengisi pertemuan ke 5 NBS.  Agar menghindari risiko basah kuyup, saya memutuskan berdamai dengan diriku untuk melakukan hal yang
berbeda, berjalan kaki memakai payung. Tidak seperti Sabtu-sabtu
sebelumnya diantar dengan motor.Dua puluh menit waktuku, kunikmati dengan berjalan santai dari rumah ke sekolah. Saya tiba di sekolah
ketika semua anak sudah berada di dalam kelas mereka. Terlihat Wali kelas IV masih berdiri di depan kelas sambil memberi pengarahan kepada anak-anak.Di luar kelas, tampak dua orang relawan yang lebih dulu tiba. Masih
menunggu di koridor depan kelas. Keduanya terlihat sangat panik
dan khawatir, itu tampak jelas dari
ekspresi mereka yang masam dengan senyum dipaksakan. Salah seorang masih…

Menjadi baik?

Gambar
Kebaikan itu universal, sukar mendefinisikannya dengan tepat. Sebab baik menurut A, belum tentu baik menurut B. Menjadi baik itu akan melelahkan jika demi pengakuan orang lain. Baikmu akan sia-sia belaka jika niatnya agar dibanggakan orang lain. Tersebab itu, belajarlah menjadi orang yang lebih baik dan teruslah berbuat baik hanya untuk membuat Tuhanmu terpesona.

Mencari Abadi

Gambar
"Cinta yang sebenarnya itu, yang
selalu mengingatkan pada perkara
akhirat...Maa kaana lillaahi abqaa,
Apa-apa yang karena Allah, akan
abadi" -Anonim- Aku ingin jatuh cinta, sekali saja dan akan kusimpan abadi untuk selamanya.
Jika belum siap, tetaplah bersikap sewajarnya. Tetaplah menjaganya dalam do'amu hingga kau betul-betul yakin bahwa dialah yang kau cari.

Dilema

Gambar
Tidak ada yang lebih risau dari hati yang ditolak pikiran. Katanya tidak logis menyimpan perasaan pada sesuatu yang menentang titah Tuhannya. Tapi hati terkadang lancang, suka sembarang menaruh kagum. ~Ya muqallibal qulub tsabit qalbi
‘ala dinika wa tha’atika... Wahai
Zat yang membolak-balikan hati
tetapkanlah hatiku dalam agamaMu dan keta’atan kepadaMu...~

Balada Sebuah Pertanyaan

Gambar
Selepas shalat dhuhur, laki-laki paruh baya yang mengimami shalat menghampiriku dan menanyakan sesuatu. "Belum, pak." Jawabku singkat. Lalu dia lanjut bertanya. Kali ini, saya  hanya cengengesan menanggapinya, betul-betul bingung dan tidak tahu harus mengatakan apa.Duh Rabb, ciptakan telinga dan hati baja untuk hambamu ini, masih banyak orang KEPO yang harus kuhadapi.Beruntunglah pertanyaan seperti itu tidak ada dalam ujian skripsi. Dan untung juga saya tidak sampai mati konyol karena pertanyaan seajaib itu.

Seru, Menegangkan, Tetapi Keren-NBS Part 2

Gambar
Hari Sabtu, 11 Oktober 2014, merupakan pertemuan perdana NBS part 2. Untuk wilayah Gowa, kami masih mendapatkan sekolah yang sama dengan NBS part 1, yakni SDN Sungguminasa IV. Relawan yang berkesempatan hadir pada hari itu, ada 8 orang, masing-masing 4 orang dari Tim C dan D. Kami mendampingi kelas gabungan IV A dan B.
Tepat pukul 11.15 wita, seharusnya waktu istirahat para siswa sudah berakhir. Namun, suasana sekolah masih ramai. Anak-anak masih berkeliaran di luar kelas, sebagian bermain di lapangan sekolah, ada yang berlalu lalang di koridor, dan sebagiannya lagi masih memilih duduk-duduk di depan kantin. Sempat terpikir, adakah yang istimewa hari ini? Hingga semua siswa-siswi masih sangat antusias berada di luar ruang kelas. Ternyata hari ini, bertepatan dengan prosesi penarikan guru PPL, pantas saja jam belajar kurang diminati.   Tapi, syukurlah menunggu sekitar 15 menit, akhirnya beberapa bangku di ruangan kelas IV sudah mulai terisi, meski masih lebih banyak yang ditinggalkan o…

Anak Pemberani

Gambar
Aku beranjak meninggalkan kelas, hendak mencari anak-anak kelas IV yang masih berkeliaran. "Kamu kelas empat?" tanyaku pada siswa yang masih berlalu lalang di koridor sekolah.
"Iya, kak." dia menjawabku cepat.
"Masuk ke kelas, anak kelas empat belajar! Mana teman-temanmu yang lain?"
"Itu sana kelas empat." Seraya memberikan isyarat ke sejumlah anak yang masih asyik duduk di depan kantin.
Aku bergegas menuju kantin. Beberapa anak berseragam pramuka sedang mengelilingi anak laki-laki tanpa seragam yang berbadan lebih besar. Tampaknya mereka sedang asyik memperhatikan permainan dari layar gadget yang dipegang anak laki-laki itu.
"Siapa yang kelas empat?" Suaraku mengalihkan perhatian mereka. Beberapa anak menyahut dan mengacungkan tangan.
"Ayo, ke kelas. Kalian belajar!" Ajakku dengan suara lebih tegas. Namun, diluar dugaanku, anak-anak itu, meresponku dengan ogah-ogahan. Bahkan, mereka tetap asyik memperhatikan layar gadget.
&…

Puisi dari Tuan Pemurung

Gambar
Hai Tuan Pemurung, aku masih menyimpan kertas-kertas puisimu. Aku masih suka membacanya. Aku ingat saat pertama kali kau mengajakku bicara dan memberikan puisi-puisimu. Waktu itu, aku meneriakimu pemurung di depan teman-teman sekelas karena tidak suka melihat sikapmu yang sangat pemurung. Dan kau sama sekali tidak meresponku, tetap diam dan bersikap dingin. Lalu, 'tak lama setelahnya kau mendatangiku dengan mimik yang lebih bersahabat. "Kau suka puisi 'kan? Ini, Bacalah!" Katamu sambil menyodorkan kertas-kertas ke tanganku, kumpulan puisimu. Sejak saat itu, aku lebih suka memanggilmu Tuan Puisi.
Teruntuk perempuan keras kepala: Dari matamu, ada amarah yang menyala-nyala Apa sebenci itu kau melihatku? Tapi, 'tak ada peduliku dengan kebencianmu. Pada matamu, tetap saja aku suka.

Kamu dan Lampu Temaram

Gambar
Malam ini ada cahaya dari lampu temaram.  Juga ada kamu, menemaniku menangisi gusar yang tersimpan sejak seharian.
"Ingatlah Tuhanmu disetiap saat, suka dan duka. Maka, hatimu akan lebih lapang." Katamu menenangkanku.
Dari pertemuan-pertemuan kita, aku belajar membersamai masaku dengan  syukur dan bahagia.

Dia-lo-gue: Killing (Ti)me

Gambar
Menjelang siang, di koridor belakang ruang perawatan, duduk manis sambil ngunyah apel. Mr: Perawat ya?
Me: Bukan pak
Mr: Kerja di sini?
Me: Tidak, saya keluarga pasien.
Mr: Ooh, namanya siapa?
Me: Athifah
Mr: Athifah...Namanya cantik, kayak orangnya.
Me: *nyengir sambil ngunyah apel
Mr: Kuliah di mana?
Me: kuliah di FKM UNHAS, pak. Jurusan Manajemen Rumah Sakit.
Mr: Wah hebat dong. Sudah semester berapa?
Me: Saya sudah lulus.
Mr: Oh sudah wisuda ya? Berarti sudah sarjana.
Me: Iya sudah, wisudanya bulan 6 kemarin.
Mr: pasti wisudanya sama 'teman dekat' kan?
Me: wisudanya sama teman dekat? Saya punya banyak teman dekat. *pura-pura bego.
Mr: Maksudnya teman dekat yang spesial.
Me: oooh, kalau teman spesial, saya tidak punya *nyengir kalem sambil lanjutin ngunyah apel.
Mr: Biasanya orang yang punya teman spesial tapi bilangnya tidak ada, nanti ditinggalin karena perempuan lain loh.
Me: Tapi kalau memang tidak punya, tetap harus bilang tidak ada 'kan? *tragis nian kenyataan in…

Hiduplah dalam Tulisan

Gambar
Cepat atau lambat, dirimu akan pikun dengan apa-apa yang telah lewat. Untuk mengekang dan mengenang ingatanmu sendiri, hiduplah dalam tulisan yang sewaktu-waktu bisa membawamu kembali ke cerita yang pernah menguatkan hatimu.

Album Foto

Gambar
Saya ingat sekali foto-foto dalam album putih dan coklat yang terselip diantara buku-buku itu. Foto pernikahan orang tuaku dan foto masa kecilku. Waktu baru-baru pindah ke rumah ini, saya suka sekali membongkar-bongkar album foto. Dan menurutku itu adalah kebiasaan yang sangat menyenangkan. Bagian yang paling kusukai dari  melihat foto-foto adalah membayangkan dan mengingat momen saat foto itu diambil.
Hari ini, saya merasa penasaran untuk kembali membukanya. Foto-foto yang kulihat tetap sama, tapi ada hal berbeda yang kutangkap. Saya tidak hanya sebatas menikmati gambar-gambarnya tetapi juga bisa merasakan euforia kebahagiaan yang  dulunya tak pernah kusadari. Wajah gugup, senyum malu-malu, tawa lega, tangis haru, dan tatapan mata dengan binar bahagia. Kini aku paham, seperti inilah ekspresi sederhana dari cinta yang tidak sederhana.

#Monolog: Penolakan

Gambar
Katanya, kau tak 'kan pernah memahami kegilaan seseorang yang jatuh cinta kepadamu jika kau 'tak mencintainya sama sekali. Itulah mengapa terkadang kau bisa menjadi orang paling jahat tanpa sadar. Dan bahkan menjadi sangat keterlaluan karena masih bisa tertawa di hadapan seseorang yang baru saja kau sakiti hatinya tanpa iba.

Mengalah

Gambar
Hello wor(l)d... Curhat boleh 'kan? Hehe
Yeah, today is monday! Ini berarti sudah tepat sepekan saya berlagak seperti gadis pingitan. Di saat teman-teman sibuk bolak-balik kampus untuk mengurus ijazah dan berkas lamaran kerja, saya lebih asyik berdiam diri di rumah, istilah kerennya sih sedang menikmati masa transisi.
Nah, berhubung saya mulai gelisah dan merasa bosan berdiam diri, rencananya hari ini saya akan bersikap "normal". Sama seperti yang lainnya, berangkat ke kampus dengan semangat menggebu-gebu demi selembar kertas ajaib (baca: ijazah). Sayangnya, lagi-lagi saya harus mengalah dan memilih untuk tetap tinggal di rumah. 
Dulu ya, sebelum negara api menyerang, saya masih bisa keluyuran seenak hati. Tapi, seiring tanggung jawab sebagai anak manusia yang takut durhaka semakin meningkat, naluri bebas kelayapan  otomatis harus dijinakkan. 
Ah, tenanglah anak muda. Inilah masa-masa keemasan untuk belajar memprioritaskan orang lain!  Lagi pula, mementingkan dan memikir…

Mengadulah Pada Tuhanmu

Gambar
Kau bisa menahan air matamu dan berlagak menjadi  terbahagia di hadapan siapa pun. Tapi di hadapanNya, 'tak ada setitik rahasia pun yang bisa kau sembunyikan. 
Seindah-indahnya suka, seperih-perihnya duka, hanya padaNyalah sepantas-pantasnya tempat pengaduanmu. 

Seperti Bulan Malam Ini

Gambar
Kau lihat bulan malam ini? 
Sangat menakjubkan 'kan?
Ini salah satu bulan terindah yang pernah kulihat. Ekstra Supermoon. Ia bernama bulan purnama perigee.
Disebut perigee karena purnama bertepatan saat bulan berada pada jarak terdekatnya dengan bumi, tepat di titik perigee.
Katanya akan ada purnama lagi di 9 September mendatang. Tapi bulan malam ini tetap paling indah, sangat dekat dan terang.
Seperti bulan malam ini.  Kelak kamu akan menjadi lelaki terdekatku. Menjadi bagian paling indah yang menerangi bumiku dan mengiringi jalanku menuju syurgaNya.

Syawal dan Target Masa Depan

Gambar
Ini sudah masuk syawal yang ke 21  semasa hidupku.  Alhamdulillah, kuliah bisa terselesaikan di tahun ini meskipun  terlambat 3 bulan dari target. 
Dan setelah sarjana, apa lagi? 
Hmm, kalau sudah mikir masa depan kadang bikin greget sendiri, soalnya target ini itu pasti bakal menghantui satu per satu, mulai dari yang biasa sampai yang luar biasa, seperti: 1. Pulang kampung
Ini target paling hectic, soalnya sudah 10 tahun gak pernah balik ke rumah orang tua. Asli kangen bin penasaran sama kondisi di sana. Sabar ya, mama 'kan janjinya setelah ijazah keluar.
2. Dapat kerjaan tetap
Kalau bahas soal kerjaan, pastilah sudah jadi tuntutan wajib setelah sarjana. Semuanya jadi ikut-ikutan sibuk, mulai dari nenek, mama, etta, tante, sampai adik. Mulai terasa deh tekanan sana sini. "Kakak Nurul, mauki lamar kerja? Mau jadi guru TK?" tanya adikku yang umurnya baru 12 tahun. "Iya bisa-bisa, saya jadi guru TK, yang penting disediakan kotak banyak-banyak! Jadi kalau anak-anaknya …

Kita Saling Melengkapi

Gambar
Aku, kamu, atau siapa pun. Kita tidak pernah tahu pasti saling apa yang akan menautkan perasaan kita?
Apakah saling mengagumi? Saling mempercayai? Atau bahkan saling mencurigai?
Kita betul-betul tidak bisa memastikannya dengan tepat.
Satu hal yang akan kupastikan: pada akhirnya, kita saling melengkapi.
Seperti tautan simpul temali yang terikat pada ujung-ujung ayunan di sisi kiri dan kanan. Saling melengkapi. Yang menjadikannya selalu berayun beriringan dengan seimbang, meski berada pada dua sisi yang berbeda.

Cinta itu Takdir

Gambar
Seperti takdir, cinta selalu penuh kejutan...
Mungkin kita perlu belajar mengalah dengan perasaan kita sendiri. Menerima skenarioNya dengan bahagia meski terkadang tak sesuai yang kita harapkan. Bukankah menerima cinta yang dipilihkanNya dengan ikhlas adalah kesyukuran paling indah?
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagimu.."(QS Al Baqarah:216)
Terkadang cinta memang semenjengkelkan ini. Tapi semoga saja pilihan kita tidak melukai siapa pun. Kelak kita akan terbiasa, sebab di sini, cinta akan terus hidup untuk mengagungkan namaNya. 
Allah 'Azza Wa Jalla berfirman, "Mereka yang saling mencintai karena keagunganKu mempunyai mimbar-mimbar dari cahaya yang diinginkan oleh para Nabi dan para Syuhada" (HR At-Tirmidzi dari Muadz Ibn Jabal)
Penerimaan yang ikhlas tak hanya sebatas membuka hati pada yang kau sukai tapi juga menundukkan hati pada yang tak kau sukai. Selamat menerima takdir! Semoga Allah menguatkan kita.
Maha besar Allah dengan segala t…

Disakiti Prasangka

Gambar
Apa pernah kau melihat pada mata lelaki yang berani melirikmu diam-diam? Lalu ia tertunduk malu, membuang wajahnya pada balas tatapmu yang sinis. Ia nelangsa menyimpan kecewa di benaknya, "Aku mencintai gadis yang pada matanya pun aku tidak berarti sama sekali, apalagi di hatinya?" Tidakkah ia tahu, gadis yang menatapnya sinis pun terlampau kalut, sebab mata elang yang dikaguminya telah menikam hatinya dalam-dalam. Ah, prasangka selalu bisa menyakiti  seperti ini.

Menjaga Diri dan Menepati Janji

Gambar
"Saya membaca buku 'Agar Bidadari Cemburu Padamu'... tiba-tiba saya kok ingat dua orang teman." Pesan ini kukirim via line ke salah seorang teman yang teringat.
"Kenapa, Nurul?" Balasan singkat masuk setelah dua jam berlalu.
"Saya ingat kamu dan fulan saat membaca kutipan ini:  Berkomitmen untuk tidak berpacaran." Dia mulai paham ke mana arah pembicaraan ini.
"Lucu saja, kalian sama-sama temanku. Saya tahu ilmunya bagaimana seharusnya interaksi antara ikhwan dan akhwat. Tapi tetaaaaaap saja saya susah untuk hadapi kenyataan. Saya tidak berani mengomentari sikapnya kalian dari dulu". Saya menyesal membalasnya seperti ini, tapi ini membuatku lebih legah. Pasalnya saya selalu merasa bersalah karena menjadi teman yang pengecut. 
"Iya, saya akui dari awal kita berdua salah. Kita sama-sama berusaha hentikan, tapi perlu proses untuk sampai ke situ." Dengan besar hati, dia merespon teror beruntunku dengan penyesalan yang sangat besar. 
Te…

Dia-lo-gue: The reason for being single

Gambar
Di tengah keasyikan mengoreksi tulisan, tiba-tiba salah seorang siswi kelas 4 SD menanyakan hal yang menurutku sangat tidak penting dalam sebuah forum kelas menulis seperti ini. Aku menyebutnya perbincangan out of the topic dengan pertanyaan ter-KEPO sejagat raya, "Kak, punyaki pacar?"

Aku mengambil jeda, lalu mengumpan balik dengan pertanyaan, "Menurut kamu?"

"Pasti punya toh kak?" Dia menjawab dengan suara sedikit memelan.

Sebelum sempat meresponnya, anak yang di hadapanku menimpali lebih dulu, "Hah? tidak mungkin! Pasti tidak ada toh kak?" Dia menanggapi dengan ekspresi heran dan nada suara yang lebih tinggi. Dia berusaha meyakinkan temannya bahwa percayalah pendapatmu salah.

Aku berusaha menahan tawa melihat mereka beradu pendapat tentang ada atau tidaknya pacarku. Mereka terlalu jauh memikirkan hal seperti ini. Ah, di masaku dulu, kami belum memusingi perihal 'pacaran', kami masih asyik dengan permainan lompat tali, bongkar p…

Untuk Bahagia, Luangkanlah Waktumu Bersama Mereka

Gambar
Time flies, sabtu kembali datang. Di saat kami merasa lebih nyaman menikmati akhir pekan bersama keluarga, selalu ada alasan yang membuatku memilih meninggalkan zona nyaman dengan perasaan bahagia, tanggung jawab misalnya.
3 Mei 2014, pertemuan ketiga #NulisBarengSobatku untuk kelas IV-B di SDN Sungguminasa IV. Kelas dimulai pukul 11.30 WITA. Anak-anak kuarahkan untuk berhitung dan membagi mereka menjadi tiga kelompok. Kak Dhila mendampingi kelompok 1, Kak Thya mendampingi kelompok 2, dan saya sendiri mendampingi kelompok 3. 
Apa yang kami lakukan di setiap kelompok? Mengoreksi kesalahan umum dalam tulisan: penggunaan tanda baca, imbuhan, huruf besar/ kecil, kekurangan/ kelebihan huruf atau okkots, dan penulisan kata baku.
Berhubung ada beberapa anak yang tidak membawa buku tulisnya karena alasan lupa, jadilah saya berinisiatif memeriksa beberapa tulisan yang ada saja dengan meminta semua anak menyimak penjelasan beberapa kesalahan yang saya koreksi dari tulisan temannya.
"Untuk kata…

Kenangan bersama Ayah

Gambar
Dibandingkan dengan adik-adikku, aku sangat jarang mengadukan apa pun padanya. Tapi aku tahu, cintanya sama besarnya untuk kami. Dan aku selalu suka caranya menunjukkan cintanya pada kami, meski hanya dengan perhatian-perhatian yang sangat sederhana.

Aku teringat hari pertama masuk Sekolah Dasar, pagi-pagi sekali dia menemaniku ke sekolah. Kami melalui setiap setapak dengan  berjalan kaki, genggaman tangannya tak lepas dari lengan kecilku. Aku tahu, dia tidak akan membiarkanku sendiri.
Karena sakit, aku absen dari sekolah. Kata temanku, saat itu dia  datang ke sekolah. Tapi bukan surat sakit yang diserahkan, melainkan masuk ke kelasku, lalu dia berdiri di depan kelas, di depan guru dan teman-temanku. Apa yang dilakukannya? Dia meminta maaf karena ketidakhadiranku dan meminta agar aku dido'akan segera sembuh.
Ada soal matematika yang tidak bisa kuselesaikan, soal cerita dengan istilah yang masih asing. Dengan sabar, dia berusaha memahamkanku. Sambil menjelaskan, dia mencoret-coret…

Endless Love

Gambar
Percayalah, akan selalu ada seseorang yang mau menghabiskan waktunya untuk menunggumu.   Diam-diam menyebut namamu dalam do'a-do'a khusyuknya. Seseorang yang akan mengkhawatirkan sakitmu melebihi sakitnya sendiri.  Dan tak ada apa pun yang diharapkannya kecuali senyum dan tawa bahagiamu.  Dialah yang selalu setia menyimpan cintanya untukmu.  Meski dia tahu, pada akhirnya kau akan pergi untuk orang lain.


Mom, Dad... thanks for everything. Thanks for your endless love.
"Allahummaghfirliy waliwaalidayya waarhamhumaa kamaa rabbayaaniy shagiiraa". "Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku,  serta sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil”.

Membudayakan Menulis Sejak Dini

Gambar
Pesan singkat dan status facebook dari salah seorang relawan menjadi pemantik semangat untuk aktivitas hari ini: "Kita semua adalah sumber daya bagi Indonesia.  Kirim semangat #PadamuNegeri untuk Relawan anak LemINA  yang hari ini akan silaturrahim bersama guru dan Nulis Bareng Sobat kecil kita di Sekolah Dasar.  Dampingi mereka belajar menulis, agar kelak mereka  akan menuliskan sejarah indah negeri ini."Bunga.

Hari ini adalah sabtu spesial. Siang tadi, tepat pukul 11.00 WITA. Di depan gerbang SDN Sungguminasa IV, seorang anak perempuan  tersenyum dan mendekatiku setelah melihatku sibuk mengutak-atik HP. 
"Kak, siapa yang kita cari?"
"Tidak adaji dek. Saya menunggu teman"aku tersenyum, meresponnya sambil membalas pesan dari teman yang kutunggu.
"Mau buat apa kak? mengajar ya?"
"Iya, sebentar mau mengajar menulis. Kamu kelas berapa?"
"Kelas 5, kak."
"Sayang sekali, kelas menulisnya cuma untuk kelas 4."
"Kakak yang pernah…

Menuntaskan Rindu

Gambar
Si mata elang sibuk mengintai sedari tadi.  Ia mulai gelisah menanti. Mondar-mandir, ia menyelisik paras orang-orang yang berlalu lalang. Mencari wajah teduh yang dirindukannya. Akhirnya, di kerumunan padat sesak itu, didapatinya si wajah teduh. Kamu. Tak lepas pandangannya darimu.  Diam-diam mengamatimu.  Hatinya semakin riang mendapati senyummu. Ia rindu menyapamu tapi dipilihnya bungkam,  enggan bersuara. Katanya, untuk menuntaskan rindu,  cukuplah dengan melihatmu tersenyum.