Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2012

Tergenggam kembali

Gambar
Perlahan erat jemari kembali bersambut. Menyelipkan cinta di hati, sungguh indah ukhuwah yang mekar. Pelan-pelan ia mengendap masuk ke relung jiwa. Jika kesempatan itu datang, izinkan aku mengeratkan genggaman hingga penghujung waktu. …Semoga indah pada akhirnya…
~ya Rabb eratkan hati kami dengan cinta karenaMu~
sumber gambar disini

Cerita di Penghujung Subuh

Gambar
Selasa di waktu subuh… Saat subuh menjemput, tiada yang paling indah selain kesempatan untuk kembali bisa membuka mata.

Rokkugo! Rokkugo! Rokkugo! Marhe mal!
Huh! Lagi-lagi deringan alarm HP adikku yang terdengar seperti bahasa alien di telingaku spontan membuatku terbangun. Ini sangat menyebalkan harus terbangun sebelum tahu akhir cerita dari  mimpi  indahku. Lagi-lagi  mimpiku terputus tragis.
..Alhamdulillahi rabbil ‘alamin . . .”Lantunan bacaan imam shalat di Masjid mengalun merdu
 “Astaghfirullah, ini sudah lewat adzan subuh!”. Dengan tergesa aku langsung melompat dari pembaringan. Aku berusaha menstabilkan kesadaranku dengan mengucek mata yang masih terkatup-katup. Aku menyeret kakiku sambil berusaha membuat mataku melek sepenuhnya. Aku tertatih menuntun langkah menuruni tangga. Sesampainya di ambang pintu belakang, aku memicingkan mata.
Tumben, subuh-subuh begini sudah cerah”  batinku.
Aku menengadahkan kepala. MasyaAllah, ternyata  sinar  bulan. Langit biru kelam dihiasi  bint…

Learn To Understand

Gambar
Disetiap lembaran suka duka yang kau hadapi, selalu ada hal yang bisa dipelajari.

untuk kesempatan kedua, pertemuan ini sudah terhitung bulan ke 15. Tapi bagiku waktu seperti berjalan mundur. Kembali mengantarkanku menemui scene dalam episode pelik yang menyesakkan. Seperti adegan yang kembali terulang, dejavu. Aku melihat diriku terpuruk untuk sebuah alasan yang tak mengenakkan hati, pengkhianatan.  Aku sendiri tak tahu kenapa aku terlampau rapuh jika melihat seseorang yang sangat kupercayai tiba-tiba bersikap “aneh” karena salah paham. Terlebih lagi disaat harus mengetahui bahwa dia yang selalu tersenyum manis di hadapanku ternyata lebih memilih mengumbar 1001 cela dibandingkan langsung berkata jujur. Percayalah, ini sangat menyakitkan. Pengkhianatan yang membuat dada sesak hingga terasa akan meledak. Mungkin beginilah rasanya kecewa, membuat hati sakit.  Kenapa harus ada pengkhianatan? Bukankah akan lebih baik jika semua bersahabat?

“Sebaik-baiknya orang-orang yang bersahabat di sisi…