Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

Kenangan bersama Ayah

Gambar
Dibandingkan dengan adik-adikku, aku sangat jarang mengadukan apa pun padanya. Tapi aku tahu, cintanya sama besarnya untuk kami. Dan aku selalu suka caranya menunjukkan cintanya pada kami, meski hanya dengan perhatian-perhatian yang sangat sederhana.

Aku teringat hari pertama masuk Sekolah Dasar, pagi-pagi sekali dia menemaniku ke sekolah. Kami melalui setiap setapak dengan  berjalan kaki, genggaman tangannya tak lepas dari lengan kecilku. Aku tahu, dia tidak akan membiarkanku sendiri.
Karena sakit, aku absen dari sekolah. Kata temanku, saat itu dia  datang ke sekolah. Tapi bukan surat sakit yang diserahkan, melainkan masuk ke kelasku, lalu dia berdiri di depan kelas, di depan guru dan teman-temanku. Apa yang dilakukannya? Dia meminta maaf karena ketidakhadiranku dan meminta agar aku dido'akan segera sembuh.
Ada soal matematika yang tidak bisa kuselesaikan, soal cerita dengan istilah yang masih asing. Dengan sabar, dia berusaha memahamkanku. Sambil menjelaskan, dia mencoret-coret…

Endless Love

Gambar
Percayalah, akan selalu ada seseorang yang mau menghabiskan waktunya untuk menunggumu.   Diam-diam menyebut namamu dalam do'a-do'a khusyuknya. Seseorang yang akan mengkhawatirkan sakitmu melebihi sakitnya sendiri.  Dan tak ada apa pun yang diharapkannya kecuali senyum dan tawa bahagiamu.  Dialah yang selalu setia menyimpan cintanya untukmu.  Meski dia tahu, pada akhirnya kau akan pergi untuk orang lain.


Mom, Dad... thanks for everything. Thanks for your endless love.
"Allahummaghfirliy waliwaalidayya waarhamhumaa kamaa rabbayaaniy shagiiraa". "Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku,  serta sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil”.

Membudayakan Menulis Sejak Dini

Gambar
Pesan singkat dan status facebook dari salah seorang relawan menjadi pemantik semangat untuk aktivitas hari ini: "Kita semua adalah sumber daya bagi Indonesia.  Kirim semangat #PadamuNegeri untuk Relawan anak LemINA  yang hari ini akan silaturrahim bersama guru dan Nulis Bareng Sobat kecil kita di Sekolah Dasar.  Dampingi mereka belajar menulis, agar kelak mereka  akan menuliskan sejarah indah negeri ini."Bunga.

Hari ini adalah sabtu spesial. Siang tadi, tepat pukul 11.00 WITA. Di depan gerbang SDN Sungguminasa IV, seorang anak perempuan  tersenyum dan mendekatiku setelah melihatku sibuk mengutak-atik HP. 
"Kak, siapa yang kita cari?"
"Tidak adaji dek. Saya menunggu teman"aku tersenyum, meresponnya sambil membalas pesan dari teman yang kutunggu.
"Mau buat apa kak? mengajar ya?"
"Iya, sebentar mau mengajar menulis. Kamu kelas berapa?"
"Kelas 5, kak."
"Sayang sekali, kelas menulisnya cuma untuk kelas 4."
"Kakak yang pernah…

Menuntaskan Rindu

Gambar
Si mata elang sibuk mengintai sedari tadi.  Ia mulai gelisah menanti. Mondar-mandir, ia menyelisik paras orang-orang yang berlalu lalang. Mencari wajah teduh yang dirindukannya. Akhirnya, di kerumunan padat sesak itu, didapatinya si wajah teduh. Kamu. Tak lepas pandangannya darimu.  Diam-diam mengamatimu.  Hatinya semakin riang mendapati senyummu. Ia rindu menyapamu tapi dipilihnya bungkam,  enggan bersuara. Katanya, untuk menuntaskan rindu,  cukuplah dengan melihatmu tersenyum.