Membudayakan Menulis Sejak Dini

Pesan singkat dan status facebook dari salah seorang relawan menjadi pemantik semangat untuk aktivitas hari ini: 
"Kita semua adalah sumber daya bagi Indonesia. 
Kirim semangat #PadamuNegeri untuk Relawan anak LemINA 
yang hari ini akan silaturrahim bersama guru dan
Nulis Bareng Sobat kecil kita di Sekolah Dasar. 
Dampingi mereka belajar menulis, agar kelak mereka 
akan menuliskan sejarah indah negeri ini." Bunga.


Hari ini adalah sabtu spesial. Siang tadi, tepat pukul 11.00 WITA. Di depan gerbang SDN Sungguminasa IV, seorang anak perempuan  tersenyum dan mendekatiku setelah melihatku sibuk mengutak-atik HP. 

"Kak, siapa yang kita cari?"

"Tidak adaji dek. Saya menunggu teman" aku tersenyum, meresponnya sambil membalas pesan dari teman yang kutunggu.

"Mau buat apa kak? mengajar ya?"

"Iya, sebentar mau mengajar menulis. Kamu kelas berapa?"

"Kelas 5, kak."

"Sayang sekali, kelas menulisnya cuma untuk kelas 4."

"Kakak yang pernah datang waktu Kelas Inspirasi 'kan?"

"Iya, kamu masih ingat?" Aku sumringah, ternyata masih ada yang mengingatku.

Lalu dengan antusias dia melanjutkan ceritanya tentang Kelas Inspirasi dan  para inspirator hebat yang menginspirasinya. Kami bernostalgia membahas hal yang mengesankan dari Kelas Inspirasi. Beruntunglah, momen menunggu kali ini terlewati dengan menyenangkan. Sekitar 15 menit berlalu, satu per satu tim pengajar "Nulis Bareng Sobatku" yang kutunggu tiba di lokasi. 

Nulis Bareng Sobatku merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Mitra Ibu dan Anak (LemINA) sebagai bentuk aktivasi Kelas Inspirasi. Kegiatan ini bertujuan untuk membudayakan menulis sejak dini dan mengakrabkan anak-anak dengan dunia literasi. Kegiatan ini rutin dilaksanakan dua pekan sekali di setiap sabtu selama 12 kali pertemuan. Lokasi kegiatan ini ialah beberapa Sekolah Dasar yang turut berpartisipasi dalam Kelas Inspirasi Sulawesi Selatan (Khusus Makassar, Gowa, dan Takalar). Untuk Kabupaten Gowa, lokasinya di SDN Sungguminasa IV dan ditangani oleh tim pengajar sebanyak 5 orang (Thya, Athifah, Dhila, Hendra, dan Samsir).

Setelah pelajaran KTK, Ibu Nismayanti, wali kelas IV B mempersilakan kami memulai kegiatan menulis ini. Kami memulai dengan perkenalan singkat. Saling tebak-menebak nama. Dan mereka menebak tiga nama dengan tepat. Mereka sangat menakjubkan! 

Setelah perkenalan, anak-anak mulai rileks mengikuti kelas menulis. Sebelum memulai materi, kak Samsir memperlihatkan beberapa majalah anak dan novel karya anak-anak seumuran mereka. Dan hal itu cukup menarik perhatian mereka.

Di kelas perdana ini, kami membahas tentang bagian-bagian tubuh dan fungsinya. Mereka diajak mengidentifikasi dan menuliskan jenis bagian tubuh  yang mereka dengar dari cerita pendek yang dibacakan oleh kak Samsir. Selanjutnya mereka mencoba memikirkan dan mencari tahu apa saja fungsi dari setiap bagian tubuh yang mereka tulis.

Kelas semakin riuh saat mereka kehabisan akal untuk menebak beberapa fungsi bagian tubuh. Mereka mulai mondar-mandir, satu per satu  menanyakan beberapa fungsi tubuh yang tak lazim untuk mereka.

Apa fungsi lutut, kak? | Apa fungsi wajah, kak? | Apa fungsi dagu, kak? | Apa fungsi bahu, kak? | Apa fungsi punggung, kak? | Apa fungsi otot, kak? | Apa fungsi pipi, kak? | Apa fungsi dahi, kak? 

Sungguh, pertanyaan-pertanyaan yang menggemaskan. Setelah semua pertanyaan dijawab dengan jawaban-jawaban aneh tapi masuk akal, akhirnya sesi kelas menulis berakhir bahagia. Ditutup dengan do'a bersama.

Sampai bertemu dipertemuan berikutnya dan bersiaplah dengan kejutan spesial lainnya.

 ~***~

Kita terlalu kecil untuk bisa tahu kebesaranNya dalam waktu singkat. 
Belajar itu setiap saat, tidak hanya sesaat.

Komentar

  1. iya emang membiasakan menulis sejak dini itu penting sekali, nggak cuma membaca yg dpt membuka jendela dunia, menulis pun juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali... kita bisa membuka jendela dunia melalui wawasan dan ide yang kita tuliskan ^^

      Hapus

Posting Komentar

Apa komentarmu? Silakan menuliskannya ^^ ...

Postingan populer dari blog ini

Membincangkan Kehidupan di Pulau Miangas

Bayangan Semu

Surat Kaleng