Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

Dia-lo-gue: Killing (Ti)me

Gambar
Menjelang siang, di koridor belakang ruang perawatan, duduk manis sambil ngunyah apel. Mr: Perawat ya?
Me: Bukan pak
Mr: Kerja di sini?
Me: Tidak, saya keluarga pasien.
Mr: Ooh, namanya siapa?
Me: Athifah
Mr: Athifah...Namanya cantik, kayak orangnya.
Me: *nyengir sambil ngunyah apel
Mr: Kuliah di mana?
Me: kuliah di FKM UNHAS, pak. Jurusan Manajemen Rumah Sakit.
Mr: Wah hebat dong. Sudah semester berapa?
Me: Saya sudah lulus.
Mr: Oh sudah wisuda ya? Berarti sudah sarjana.
Me: Iya sudah, wisudanya bulan 6 kemarin.
Mr: pasti wisudanya sama 'teman dekat' kan?
Me: wisudanya sama teman dekat? Saya punya banyak teman dekat. *pura-pura bego.
Mr: Maksudnya teman dekat yang spesial.
Me: oooh, kalau teman spesial, saya tidak punya *nyengir kalem sambil lanjutin ngunyah apel.
Mr: Biasanya orang yang punya teman spesial tapi bilangnya tidak ada, nanti ditinggalin karena perempuan lain loh.
Me: Tapi kalau memang tidak punya, tetap harus bilang tidak ada 'kan? *tragis nian kenyataan in…

Hiduplah dalam Tulisan

Gambar
Cepat atau lambat, dirimu akan pikun dengan apa-apa yang telah lewat. Untuk mengekang dan mengenang ingatanmu sendiri, hiduplah dalam tulisan yang sewaktu-waktu bisa membawamu kembali ke cerita yang pernah menguatkan hatimu.

Album Foto

Gambar
Saya ingat sekali foto-foto dalam album putih dan coklat yang terselip diantara buku-buku itu. Foto pernikahan orang tuaku dan foto masa kecilku. Waktu baru-baru pindah ke rumah ini, saya suka sekali membongkar-bongkar album foto. Dan menurutku itu adalah kebiasaan yang sangat menyenangkan. Bagian yang paling kusukai dari  melihat foto-foto adalah membayangkan dan mengingat momen saat foto itu diambil.
Hari ini, saya merasa penasaran untuk kembali membukanya. Foto-foto yang kulihat tetap sama, tapi ada hal berbeda yang kutangkap. Saya tidak hanya sebatas menikmati gambar-gambarnya tetapi juga bisa merasakan euforia kebahagiaan yang  dulunya tak pernah kusadari. Wajah gugup, senyum malu-malu, tawa lega, tangis haru, dan tatapan mata dengan binar bahagia. Kini aku paham, seperti inilah ekspresi sederhana dari cinta yang tidak sederhana.

#Monolog: Penolakan

Gambar
Katanya, kau tak 'kan pernah memahami kegilaan seseorang yang jatuh cinta kepadamu jika kau 'tak mencintainya sama sekali. Itulah mengapa terkadang kau bisa menjadi orang paling jahat tanpa sadar. Dan bahkan menjadi sangat keterlaluan karena masih bisa tertawa di hadapan seseorang yang baru saja kau sakiti hatinya tanpa iba.

Mengalah

Gambar
Hello wor(l)d... Curhat boleh 'kan? Hehe
Yeah, today is monday! Ini berarti sudah tepat sepekan saya berlagak seperti gadis pingitan. Di saat teman-teman sibuk bolak-balik kampus untuk mengurus ijazah dan berkas lamaran kerja, saya lebih asyik berdiam diri di rumah, istilah kerennya sih sedang menikmati masa transisi.
Nah, berhubung saya mulai gelisah dan merasa bosan berdiam diri, rencananya hari ini saya akan bersikap "normal". Sama seperti yang lainnya, berangkat ke kampus dengan semangat menggebu-gebu demi selembar kertas ajaib (baca: ijazah). Sayangnya, lagi-lagi saya harus mengalah dan memilih untuk tetap tinggal di rumah. 
Dulu ya, sebelum negara api menyerang, saya masih bisa keluyuran seenak hati. Tapi, seiring tanggung jawab sebagai anak manusia yang takut durhaka semakin meningkat, naluri bebas kelayapan  otomatis harus dijinakkan. 
Ah, tenanglah anak muda. Inilah masa-masa keemasan untuk belajar memprioritaskan orang lain!  Lagi pula, mementingkan dan memikir…