Mengalah

Hello wor(l)d... Curhat boleh 'kan? Hehe

Yeah, today is monday! Ini berarti sudah tepat sepekan saya berlagak seperti gadis pingitan. Di saat teman-teman sibuk bolak-balik kampus untuk mengurus ijazah dan berkas lamaran kerja, saya lebih asyik berdiam diri di rumah, istilah kerennya sih sedang menikmati masa transisi.

Nah, berhubung saya mulai gelisah dan merasa bosan berdiam diri, rencananya hari ini saya akan bersikap "normal". Sama seperti yang lainnya, berangkat ke kampus dengan semangat menggebu-gebu demi selembar kertas ajaib (baca: ijazah). Sayangnya, lagi-lagi saya harus mengalah dan memilih untuk tetap tinggal di rumah. 

Dulu ya, sebelum negara api menyerang, saya masih bisa keluyuran seenak hati. Tapi, seiring tanggung jawab sebagai anak manusia yang takut durhaka semakin meningkat, naluri bebas kelayapan  otomatis harus dijinakkan. 

Ah, tenanglah anak muda. Inilah masa-masa keemasan untuk belajar memprioritaskan orang lain!  Lagi pula, mementingkan dan memikirkan diri sendiri sama sekali bukan cara bertahan hidup yang membahagiakan 'kan?

Kelak kau akan tahu seberapa berharganya ketika seseorang rela mengorbankan kepentingan-kepentingan lainnya demi dirimu di saat kau betul-betul membutuhkannya. Maka, belajarlah mengalah untuk kebahagiaan orang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membincangkan Kehidupan di Pulau Miangas

Bayangan Semu

Surat Kaleng