Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2010

Putih Abu-Abu di Satu Tujuh

Gambar
kamis, 22 juli 2010 Dalam riang yang terpaut resah,..

      Dengan rasa canggung kupaksakakan kakiku melangkah memasuki gerbang sebuah gedung yang telah menjadi saksi bisu dari kisah yang kuukir bersama sahabat seperjuanganku. Entah angin apa yang membuat langkahku gontai. Tetapi, setidaknya ada sebuah tujuan yang menggerakkan hati untuk menuntunku ke tempat ini.       Suasana tempat ini sudah tak seperti di saat awal perjumpaan, bisikku dalam hati. Pagar putih kusam telah tergantikan oleh pagar yang lebih megah dengan warna biru tua. Halaman parkir yang kosong melompong pun kini dipadati oleh mobil-mobil mewah. Tak puas dengan pemandangan di area parkir, aku melanjutkan langkah tuk menelusuri sudut-sudut lain.      Dari ruang parkir, aku bergerak ke arah barat memasuki gedung utama yang diantarai dengan dua buah gerbang kecil. Aku lebih mengenalnya dengan sebutan 'ruang tata usaha'. Selepas dari ruang TU, pandanganku terpaku ke arah taman yang mengelilingi lapangan kecil b…

Pilihan

Gambar
Titian masa membawaku ke gerbang hidup yang penuh pilihan. Mungkin tanpa bantuan-Nya, aku tak 'kan mampu menyingkirkan sekam dalam jalanku. Dilema.. ya tentu saja itu merupakan hal yang wajar. Ada pilihan berarti harus siap menetapkan yang terbaik.     Bimbang,cemas,ragu, khawatir,harap yang berlebihan, menjadi satu dalam ombang-ambing gelombang dilema. Tak banyak yang dapat kuperbuat dikala keputusan telah ditetapkan. Di sela-sela kepedihan, hati berbisik syukur akan apa yang telah kuperoleh, semoga inilah yang terbaik... ~hal yang tidak mungkin bagimu bisa saja terjadi, karena Allah Subhanahu wa ta'ala jauh lebih memahami pribadimu ketimbang dirimu sendiri~

Rindu tuk Bersua

Gambar
Tak terhitung lagi detik-detik waktu yang kulalui tanpa bersua denganmu .. Entah rasa apa lagi yang terbendung dalam benakmu tentang diriku. Aku malu dengan keadaanku. Aku iri tak bisa hadir tuk ikut berbaur merasakan bahagia, sedih, tawa, tangis disetiap perjumpaan.
     Kini, aku tersingkirkan. Terperosok jauh dari jangkauan. Bagai tak dianggap. Hatiku sungguh tak bisa menerima keadaan yang seperti ini. Senyum tulus dikala bersua tak lagi seindah dahulu. Serasa terpendam asa yang tak terwujud. Penuh kepalsuan.      Dalam hening dan diamku,. kuberharap semua kembali seperti dahulu.. tak ada sekat kepalsuan yang meluluhkan keikhlasan.