Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Dilema

Gambar
Tidak ada yang lebih risau dari hati yang ditolak pikiran. Katanya tidak logis menyimpan perasaan pada sesuatu yang menentang titah Tuhannya. Tapi hati terkadang lancang, suka sembarang menaruh kagum. ~Ya muqallibal qulub tsabit qalbi
‘ala dinika wa tha’atika... Wahai
Zat yang membolak-balikan hati
tetapkanlah hatiku dalam agamaMu dan keta’atan kepadaMu...~

Balada Sebuah Pertanyaan

Gambar
Selepas shalat dhuhur, laki-laki paruh baya yang mengimami shalat menghampiriku dan menanyakan sesuatu. "Belum, pak." Jawabku singkat. Lalu dia lanjut bertanya. Kali ini, saya  hanya cengengesan menanggapinya, betul-betul bingung dan tidak tahu harus mengatakan apa.Duh Rabb, ciptakan telinga dan hati baja untuk hambamu ini, masih banyak orang KEPO yang harus kuhadapi.Beruntunglah pertanyaan seperti itu tidak ada dalam ujian skripsi. Dan untung juga saya tidak sampai mati konyol karena pertanyaan seajaib itu.

Seru, Menegangkan, Tetapi Keren-NBS Part 2

Gambar
Hari Sabtu, 11 Oktober 2014, merupakan pertemuan perdana NBS part 2. Untuk wilayah Gowa, kami masih mendapatkan sekolah yang sama dengan NBS part 1, yakni SDN Sungguminasa IV. Relawan yang berkesempatan hadir pada hari itu, ada 8 orang, masing-masing 4 orang dari Tim C dan D. Kami mendampingi kelas gabungan IV A dan B.
Tepat pukul 11.15 wita, seharusnya waktu istirahat para siswa sudah berakhir. Namun, suasana sekolah masih ramai. Anak-anak masih berkeliaran di luar kelas, sebagian bermain di lapangan sekolah, ada yang berlalu lalang di koridor, dan sebagiannya lagi masih memilih duduk-duduk di depan kantin. Sempat terpikir, adakah yang istimewa hari ini? Hingga semua siswa-siswi masih sangat antusias berada di luar ruang kelas. Ternyata hari ini, bertepatan dengan prosesi penarikan guru PPL, pantas saja jam belajar kurang diminati.   Tapi, syukurlah menunggu sekitar 15 menit, akhirnya beberapa bangku di ruangan kelas IV sudah mulai terisi, meski masih lebih banyak yang ditinggalkan o…

Anak Pemberani

Gambar
Aku beranjak meninggalkan kelas, hendak mencari anak-anak kelas IV yang masih berkeliaran. "Kamu kelas empat?" tanyaku pada siswa yang masih berlalu lalang di koridor sekolah.
"Iya, kak." dia menjawabku cepat.
"Masuk ke kelas, anak kelas empat belajar! Mana teman-temanmu yang lain?"
"Itu sana kelas empat." Seraya memberikan isyarat ke sejumlah anak yang masih asyik duduk di depan kantin.
Aku bergegas menuju kantin. Beberapa anak berseragam pramuka sedang mengelilingi anak laki-laki tanpa seragam yang berbadan lebih besar. Tampaknya mereka sedang asyik memperhatikan permainan dari layar gadget yang dipegang anak laki-laki itu.
"Siapa yang kelas empat?" Suaraku mengalihkan perhatian mereka. Beberapa anak menyahut dan mengacungkan tangan.
"Ayo, ke kelas. Kalian belajar!" Ajakku dengan suara lebih tegas. Namun, diluar dugaanku, anak-anak itu, meresponku dengan ogah-ogahan. Bahkan, mereka tetap asyik memperhatikan layar gadget.
&…

Puisi dari Tuan Pemurung

Gambar
Hai Tuan Pemurung, aku masih menyimpan kertas-kertas puisimu. Aku masih suka membacanya. Aku ingat saat pertama kali kau mengajakku bicara dan memberikan puisi-puisimu. Waktu itu, aku meneriakimu pemurung di depan teman-teman sekelas karena tidak suka melihat sikapmu yang sangat pemurung. Dan kau sama sekali tidak meresponku, tetap diam dan bersikap dingin. Lalu, 'tak lama setelahnya kau mendatangiku dengan mimik yang lebih bersahabat. "Kau suka puisi 'kan? Ini, Bacalah!" Katamu sambil menyodorkan kertas-kertas ke tanganku, kumpulan puisimu. Sejak saat itu, aku lebih suka memanggilmu Tuan Puisi.
Teruntuk perempuan keras kepala: Dari matamu, ada amarah yang menyala-nyala Apa sebenci itu kau melihatku? Tapi, 'tak ada peduliku dengan kebencianmu. Pada matamu, tetap saja aku suka.

Kamu dan Lampu Temaram

Gambar
Malam ini ada cahaya dari lampu temaram.  Juga ada kamu, menemaniku menangisi gusar yang tersimpan sejak seharian.
"Ingatlah Tuhanmu disetiap saat, suka dan duka. Maka, hatimu akan lebih lapang." Katamu menenangkanku.
Dari pertemuan-pertemuan kita, aku belajar membersamai masaku dengan  syukur dan bahagia.