Seru, Menegangkan, Tetapi Keren-NBS Part 2

Hari Sabtu, 11 Oktober 2014, merupakan pertemuan perdana NBS part 2. Untuk wilayah Gowa, kami masih mendapatkan sekolah yang sama dengan NBS part 1, yakni SDN Sungguminasa IV. Relawan yang berkesempatan hadir pada hari itu, ada 8 orang, masing-masing 4 orang dari Tim C dan D. Kami mendampingi kelas gabungan IV A dan B.

Tepat pukul 11.15 wita, seharusnya waktu istirahat para siswa sudah berakhir. Namun, suasana sekolah masih ramai. Anak-anak masih berkeliaran di luar kelas, sebagian bermain di lapangan sekolah, ada yang berlalu lalang di koridor, dan sebagiannya lagi masih memilih duduk-duduk di depan kantin. Sempat terpikir, adakah yang istimewa hari ini? Hingga semua siswa-siswi masih sangat antusias berada di luar ruang kelas. Ternyata hari ini, bertepatan dengan prosesi penarikan guru PPL, pantas saja jam belajar kurang diminati.  
Tapi, syukurlah menunggu sekitar 15 menit, akhirnya beberapa bangku di ruangan kelas IV sudah mulai terisi, meski masih lebih banyak yang ditinggalkan oleh pemiliknya. Kami memutuskan untuk masuk ke kelas, sementara beberapa relawan lainnya berinisiatif untuk mencari anak kelas IV yang masih berada di luar kelas.

Setelah bersusah payah, kami berhasil mengumpulkan siswa kelas IV yang berjumlah 60 anak dan memulai kegiatan NBS 2014. Suasana kelas cukup riuh, itulah sebabnya kami membutuhkan sedikit waktu untuk menguasai kelas, sehingga bisa memfokuskan perhatian anak-anak. 

Relawan yang mendapatkan tugas pada pertemuan perdana ini, yakni Nabila, Hendra dan Samsir. Nabila mengemban tanggung jawab untuk mengisi sesi perkenalan, Hendra melanjutkan sesi terpenting yakni menjelaskan, bagaimana cara mengarang cerita dari gambar yang mereka lihat?, sedangkan Samsir memberi instruksi dan membagi anak-anak ke dalam beberapa kelompok.

Semua relawan bertugas untuk mendampingi anak-anak di setiap kelompok. Selanjutnya, anak-anak dibagikan gambar dan kertas kosong. Proses menulis dimulai dengan penuh antusias, meski ada sejumlah anak yang enggan mengarang dengan beragam alasan. Inilah tugas terpenting dari kami, yakni memastikan proses belajar menulis berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan motivasi pada anak-anak yang tidak memiliki keinginan untuk mengikuti kegiatan menulis.

Sejumlah kendala tidak lantas membuat proses Nulis Bareng Sobat, tidak berjalan menyenangkan. Justru sebaliknya, kami merasa mendapatkan tantangan tersendiri, dikala sejumlah anak mulai kehabisan ide untuk ditulis. Kondisi kelas semakin menarik, ketika setiap relawan mendapatkan kesempatan untuk memilih satu anak yang dinilai hasil tulisannya paling bagus. Anak yang terpilih, berhak mendapatkan reward berupa gambar paper craft.

Suasana kelas sedikit gaduh, ketika seorang anak yang tidak terpilih tampak kecewa dan bergegas meninggalkan kelas yang diikuti sejumlah siswa lainnya. Namun, untungnya mereka kembali masuk ke kelas, setelah mengetahui bahwa diakhir pertemuan, kami akan membagikan buku mengarang. Tetapi, sebelum dibagikan buku mengarang, Samsir menginstruksikan anak-anak untuk membaca do'a, sebelum mengakhiri pertemuan perdana NBS 2014 part 2. 

Proses pembagian buku berlangsung ricuh. Ini lantaran, hanya Anak-anak yang mengumpulkan karanganlah yang akan mendapatkan buku mengarang. Syaratnya cukup dengan menukarkan karangan mereka dengan buku ke relawan pendamping yang bertugas. Ada beberapa siswa yang tadinya enggan untuk menulis, akhirnya memutuskan untuk memulai menulis dengan tergesa, ini lantaran takut tidak kebagian buku. 

Perjuangan kami, masih akan terus berlanjut hingga enam bulan ke depan. Bisa dipastikan pengalaman yang akan kami temui di setiap pertemuan berbeda, tentunya akan berbeda. Semangat teman-teman Sobat LemINA. Tetaplah menjadi relawan yang melakukan hal kecil, untuk mendapatkan efek yang besar di masa yang akan datang, guna kemajuan generasi penerus bangsa. 

Editor: Indah Febriany

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membincangkan Kehidupan di Pulau Miangas

Bayangan Semu

Surat Kaleng