Pages

Minggu, 23 Oktober 2011

Tragedi Sabtu Part II

cerita sebelumnya... part I


Langit kembali cerah. Kupacu langkah menuju tempat yang lebih strategis untuk menunggu “pete-pete” si mobil merah ber-plat kuning. Kulambaikan tangan untuk memberi isyarat agar pete-pete yang ingin kutumpangi dapat berhenti. Ulahku membuat suara klakson dari kendaraan yang terhalangi jalurnya melengking beriringan. Tanpa ingin mempergaduh suasana aku bergegas naik ke pete-pete (sebutan angkot di Makassar) dan mengambil posisi di tempat kosong. Ekor mataku selintas menangkap kondisi tubuh seorang anak di pangkuan ibu yang duduk tepat di sebelah kananku. Kembali kutelusuri pandangan ke arah anak itu untuk memastikan kenyataan yang baru kusaksikan.
Astaghfirullah al-adzim…tak henti-hentinya kulafadzkan istighfar dalam hati. Aku hanya bisa terdiam shock. Kulirik wanita usia 30-an yang duduk tepat dihadapanku, ia juga terus berkomat-kamit menggerakkan bibirnya sambil menatap prihatin ke arah anak di pangkuan ibu yang berada di sebelah kananku.
Sudah pernahmiki minta bantuan sama pemerintah? Kalau ditau itu sama pemerintah bisa dibiayai kalau kita tidak mampu, mungkin belumpiki pernah pergi minta bantuan. Kalau orang kayak kita ini susah juga kalau tidak ada yang mau bantu. Itumi bagusnya kalau ada keluargata pintar, ada juga yang bisa uruskanki.Ujar ibu yang duduk disebelah kiri wanita tersebut sambil memangku anak laki-lakinya.
Awalnya kenapa bisa begitu? Cerocos wanita dihadapanku dengan nada prihatin.
“Waktu bayi masih normalji, tapi setelah satu tahun anak-anak seusianya bisa semuami jalan baru anakku saya diam terusji tidak bisapi jalan. Terus saya bawa ke dokter di bilang demam tulang. Ini lagi habismi uang untuk ke dokter na masih begini.” Jawab ibu di samping kananku
“ ini lagi anakku baru 3 tahun 10 hari beginimi besarnya” 
“iye, beginimi Bu. Masih di urus seperti anak bayi”
Aku semakin prihatin mendengar percakapan mereka. Semua orang memandang ke arah anak itu dengan mimik shock. Aku terus memerhatikan ke arah kananku. Tubuh anak itu seperti tulang yang hanya terbungkus kulit, seperti tidak ada daging. Lengannya yang berisi tulang berdiameter 2cm terkulai begitu lemas. Telapak tangannya hanya ½ tangan anak 3 tahun, jari-jari tangan sekurus kabel . Kakinya pun yang tak kalah kurus dengan lengannya  terkulai lemas dengan tulang lutut sebesar bola pingpong. Badannya tampak tidak seimbang dengan  kepalanya yang tampak lonjong tak beraturan. Ia terlihat sangat rapuh dalam dekapan ibunya. Wajahnya sayu dengan mata yang lebih sering tertutup. Banyak pertanyaan dalam otakku tetapi mulutku bagai terkunci rapat .
Sebenarnya aku sangat ingin menanyakan umur anak itu tapi apa daya aku tak bisa bersuara. Pikirku anak itu berumur sekitar 5 tahunan. Setelah lama terdiam, Ibu yang memangku anak laki-lakinya yang berumur 3 tahun berkata kepada penumpang yang baru naik : “ciniki sai ana’na tawwa kodong e, sampulomi annang tahun na kamma injipi antu” . ucapnya dengan nada ibah dalam bahasa Makassar sambil menunjuk ke arah anak yang berada di sebelah kananku.
  “lihatki anaknya kasihan, sudah 16 tahun umurnya tapi masih begitu”.

Perkataan beliau membuatku semakin shock, dugaanku ternyata sangat keliru. Air mataku seperti sudah ingin meluap tapi berusaha kutahan. Astaghfirullah al-adzim. Ternyata ia sudah remaja tetapi seperti bayi dari segi fisik, bahkan kondisinya jauh lebih memprihatinkan. Terakhir kudapati dia menyunggingkan senyum kepada wajah-wajah yang memandang prihatin kepadanya. Maha besar Allah dengan segala ciptaanNya.
READ MORE - Tragedi Sabtu Part II

Tragedi Sabtu Part I



Sabtu ini tak seperti pekan-pekan sebelumnya. Sabtu pagi yang biasanya kuhabiskan dengan bersantai-santai di rumah harus kusambut dengan kesibukan untuk mempersiapkan mid test. Tepat pukul 07.20 aku bergegas meninggalkan rumah. Kondisi jalanan yang sepi dan bebas hambatan membuatku tiba di kampus lebih awal, 30 menit sebelum mid test dimulai.
Setelah mid test berakhir, aku dan dua orang kawanku yang ”rada-rada” (melirik si Indira Rezki Arsad dan Muthmainnah..^^) menghabiskan libur dengan berkelana mengelilingi kampus. Makan bakso di Jl.Sahabat, nongkrong di taman winslow, ngadem di medik, shalat dhuhur di masjid poltek (kampus tetangga), minum es kelapa di workshop, musyawarah di medik,  dan shalat ashar di masjid depan FK. “Kampus serasa milik kita bertiga..hehehe”. Selepas ashar kami bergegas pulang, menelusuri jalan bergerimis.
READ MORE - Tragedi Sabtu Part I

Senin, 17 Oktober 2011

Exam is Fun

  


Today is the first day for mid test. I wish to get the best result. But it will be hard without study hard. So let's study hard! Let's make change! Let's make our life better with  
not cheating on exam.
 In my opinion, all of people consider "cheat"  as a bad habit, but the fact  it's just underestimated. So don't be surprised if cheating is still popular in the exam.

As educated people we have to realize that cheating at exam will plunges us to be corruption. because of that , We have to get used to not cheat on exam. cheating can be removed if we start from ourselves.

We have to remember : "dishonesty like cheating on exam will make our soul be black and than it will put ourselves into difficulty".

Maybe in this world we have not gotten a bad effect but in the next life it will be our responsibility.




note: I'm trying to improve my english with writing..So please gimme correction for my mistakes (like grammar, etc). I REALLY NEED YOUR HELP GUYS ^^

READ MORE - Exam is Fun

Senin, 10 Oktober 2011

Bingkai Perjuangan



Bersama menyemai kasih dalam semerbak wangi perjuangan

Setia merajut ukhuwah di setiap ruas waktu yang terlalui

Berazzam memusnahkan benalu perenggut Keistiqamahan

Saling menegarkan hati 'tuk membunuh perih

Saling menggenggamkan ikhlas dalam duka 

Tatkala jejak-jejak perpisahan terpahat langkah gontai

Wangi perjuangan bagai meninggalkan aroma rindu

Rindu akan cerminan kemilau jiwa mujahidah


READ MORE - Bingkai Perjuangan

Selasa, 27 September 2011

Gubuk dalam Istana

       
   Selepas perkuliahan aku bergegas memburu langkah. Makassarku masih sepanas yang lalu. Teriknya membuatku sangat tidak betah berdiam diri di tempat tak teduh. Alih-alih berdiam diri, melintasinya saja sudah membuat keningku sedikit berkerut. Langkahku semakin cepat saat pendanganku menangkap mobil plat kuning yang berhenti mulus sekitar 20 meter di depanku.
 
    Di tengah hiruk pikuk kepadatan lalu lintas, refleks kepalaku menggeleng miris melihat aksi nekat para "pengulur tangan" yang rela menentang matahari demi koin-koin penyambung hidup. Merasa  tidak tega melihat lansia berpakaian lusuh dengan pikulan karung  yang mengais rezeki di tumpukan sampah pinggir jalan. Merasa ibah melihat bocah seumuran 8 tahun memikul barang dagangannya dengan susah payah, bahkan sesekali ia terseok sambil menyekah keringat di keningnya.

   Sangat miris menyaksikan perjuangan pahit mereka melawan kemiskinan. Hidup mereka bagai pemandangan gubuk dalam istana.

  Astaghfirullah, sungguh kekeliruan yang fatal bila menilai mereka tidak pantas, mungkin saja kita yang lebih pantas di mata manusia ini terlihat jauh lebih kumuh dihadapan Sang pemilik semesta.
Mari sejenak menengok potret hidup mereka yang masih tak seberuntung kita.

Semoga ini menjadi nilai berharga yang dapat membangunkan kita dari keluhan dan pemikiran negatif sejenisnya.

Bersyukurlah untuk nikmat terindah yang kita rengkuh. Berikan senyuman terindahmu untuk harimu meskipun itu sangat melelahkan


READ MORE - Gubuk dalam Istana

Minggu, 18 September 2011

Kembali Menjenguk






Ternyata cukup lama juga yah tidak menjejakkan 
pandang di dunia maya ini.
Sudah sangat banyak yang tak terbaca. 
Daftar bacaan dari blog teman-teman jadi menumpuk semua. 

"Membacanya mulai dari mana yah??" 

Sepertinya mesti membuat daftar bacaan nih.. hehe ^^

Karena sudah lama nggak nge-blogging, menulis pun jadi macet. 
Jadi harus lebih giat membenahi diri. 

Ayo semarakkan gemar menulis!! Keep spirit!


~kembali menjenguk kata 'tuk merangkai inspirasi yang berhamburan~
READ MORE - Kembali Menjenguk

Jumat, 01 Juli 2011

The Magic of Trying





  Anda tidak dapat memindahkan gunung hanya dengan mengangankannya, tetapi Anda dapat memindahkannya dengan kepercayaan yang kuat" -David J.Schwartz-

  Gary Scott mengatakan bahwa keberhasilan adalah hasil

serangkaian keputusan kecil yang memuncak dalam sebuah tujuan 

besar atau pencapaian. Cara terbaik memperoleh keberhasilan 

adalah mengikuti kata hati, percaya bahwa Anda dapat meraihnya, 

dan mewujudkan impian Anda (Gary, 2003:8)


  Setiap orang menginginkan keberhasilan, sebab pada dasarnya

itulah tujuan hidup mereka. Namun, di balik keberhasilan ada

masalah atau tantangan yang membutuhkan perjuangan untuk bisa

menyelesaikannya sehingga bisa meraih kemenangan, kebebasan, dan

keberhasilan. Pertanyaannya adalah bagaimana melakukan perjuangan

itu? Jawabannya adalah dengarkan kata hati Anda.


  Mungkin selama ini Anda membiarkan kata hati Anda berkata-kata

tanpa pernah mendengarkannya. Sekarang, jika Anda ingin meraih

keberhasilan hari ini, dengarkan kata hati Anda. Yakinlah bahwa

hati nurani Anda adalah suara terjernih yang ada di seluruh alam

semesta ini. Sebab dari situlah Tuhan berbicara dan Dia pasti

menunjukkan jalan yang terbaik bagi Anda menuju keberhasilan.

Jadi, untuk meraih keberhasilan, dengarkan kata hati Anda,

yakinlah lalu perbuatlah sesuai dengan yang ditunjukkan oleh Dia.

Anda pasti berhasil.

  Anda harus melatih diri sendiri untuk mencapai keberhasilan yang lebih besar dan semakin besar (David, 1992:14)



sumber: Paksi, Yopi Jalu.101 Tips Kilat! Berpikir Positif & 
Berjiwa Besar.2010. Yogyakarta:Media Pressindo.
READ MORE - The Magic of Trying

Rabu, 29 Juni 2011

Embun Meng-uap


Menelusuri jalan berembun sangatlah menyenangkan
Menyambut mentari dari ufuk timur dengan tarian ceria
Menanti bayangan tercetak indah oleh terik mentari
Dan perlahan butir bening menguap di jalan setapak, rerumputan, dan dedaunan
Embun pun akan lenyap..
Tapi lenyap tak berarti tidak ada 'kan?
Ia lenyap tetapi ia akan terus ada
Ia hanya bersembunyi dari terik mentari
Tidakkah embun sangat menyedihkan?
Ia kesepian, hanya meringkuk dalam keteduhan gulita malam
Kupikir embun harus berguru kepada sinai
Setidaknya embun harus sekuat sinai
'tuk bisa bertahan menghadapi terik mentari, bukan?
READ MORE - Embun Meng-uap

Senin, 23 Mei 2011

Teka Teki Klasik



pandangan pertama
arah pukul 7 di kilometer 10
menyelundup relung rasa tanpa izin
bagai mendekap angan sia-sia
anehnya membuatku tak bergeming
penuh dengan pertikaian logika
lagi-lagi tentang teka-teki klasik
yang tak terpecahkan
lalu bagaimana aku harus
menyikapi kenyataan ini?

READ MORE - Teka Teki Klasik

Rabu, 04 Mei 2011

Adakah Cinta Abadi?


  Aku masih ingat akan ceritamu tentang kekasih pertamamu.Katanya dia yang terbaik:cerdas, rupawan, mapan, dan sangat bermartabat.

sebulan kemudian..

   Dia yang kau puja malah menjadi yang terhina di otakmu. Miris, dalam hitungan detik saja penilaianmu tentang dia sudah bergeser seratus delapan puluh derajat. 

Lalu kau kembali mengadu tentang pujaan nomor dua mu..

"dia membuatku gila, 
menghantui mimpi-mimpi dan pikiranku.. 
Sepertinya dia pangeran terakhir 
yang dikirimkan untukku"

    Tetapi dua bulan setelah itu..kau kembali mengadu dengan air mata dan sumpah serapahmu,

"ternyata aku keliru menilai dia sebagai pangeran!
Dia tak jauh berbeda dengan pembunuh kelas kakap!
durhaka aku memuja pengkhianat sejahanam dia!"

setahun berlalu..

  Kau tak lagi datang mengadukan si nomor 3, nomor 4, ataupun nomor 5, 6, dan seterusnya. Sepertinya kau sudah kapok dengan pengkhianatan yang tak berujung.
   Tetapi ternyata aku keliru, kau kembali mengusikku dengan beribu cerita cintamu...
   Duhai fulanah.. gurauan cintamu sungguh menggelitik.Sungguh kesetiaan itu langka,begitu pula dengan penyandangnya.
   Tidak kah kau yakin dengan kedatangan "dia" yang telah disandingkan namanya dengan namamu di lau mahfudz oleh Rabb jagad raya?
   Tidak kah kau percaya akan janji Allah yang pasti tak 'kan teringkari?

"...wanita-wanita yang baik adalah
untuk laki-laki yang baik...
(Q.S.an-nur:26)"
READ MORE - Adakah Cinta Abadi?

Kamis, 21 April 2011

Pemuda Asing


Dia datang dari negeri nan jauh di timur
compang-camping dengan jinjingan berbalut sarung lusuh
Kusut kusam kain pembungkus tubuhnya
Dia datang dari negerinya membawa impian yang tak sebatas fatamorgana
Pandangannya sedatar cyrus di cakrawala
Sorot matanya pancarkan semangat as-shiddiq
Dia pemuda asing yang terasingkan
Fisiknya lusuh...tetapi batinnya seindah zamrud
READ MORE - Pemuda Asing

Senin, 18 April 2011

Cerita Sendu


malam ini langit tak seindah yang lalu..
bintangku terganti kelam yang pekat
Senada dengan hati ibu yang pilu karenaku
aku terlalu tega membuatmu meneteskan air mata kepedihan
Aku terlalu lancang menolak permintaanmu
Permintaan yang tak terbandingkan dengan tetes peluh yang kau curahkan demi kenyamananku
Aku terlalu tega bertutur kasar
hanya karena satu pintaku yang tak terpenuhi..
Padahal aku tahu
pinta itu tak terpenuhi
karena tak sepeser sen pun tersisa di kantongmu
Aku terlalu tega membuatmu terseok meminta belas kasihan orang lain
demi menghilangkan rasa laparku..
maafkan aku ibu..
maafkan aku yang telah lancang
menggadaikan kasih sayangmu dengan duka
READ MORE - Cerita Sendu

Rabu, 13 April 2011

Seindah Pelangi


Jika ukhuwah itu semisal pelangi,
mungkin aku merah,kau biru,dia kuning, dan mereka hijau..
Kita memiliki keindahan tersendiri,.
Dan semakin sempurna jika mewarna bersama dalam sebentuk pelangi ukhuwah..
Semoga Allah senantiasa menguatkan kebersamaan kita..
Saling mengingatkan, menguatkan dan mendoakan
READ MORE - Seindah Pelangi

Minggu, 03 April 2011

Bayangan Semu


ia menghampiri tanpa sepatah kata
kemudian berlalu meninggalkan cerita duka
ia terlihat.. tetapi silau cahaya menyingkirkannya
lama kumencari, tetap saja tak kutemukan..
satu, dua, tiga...
seratus, dua ratus, tiga ratus...
seribu, seribu satu...
tepat di hari ke-1001..
aku mendapatinya dengan jiwa yang tak sama..
READ MORE - Bayangan Semu

Rabu, 02 Maret 2011

Berbahagialah karena Allah masih Mengujimu

letih tertatih dalam irama pedih
terpenjara jeruji jahanam
logika keruh tercemar durja yang tak kunjung surut
akankah iman itu pupus tertelan derita?

"Ya Muqallibal qulub, 
Tsabbit qalbi ‘alaa tha’atik.. 
Ya Muqallibal qulub, 
Tsabbit qalbi ‘alaa diinik" 

....Wahai zat yang membolak- balikkan hati,
tetapkanlah hati ini pada ketaatan padaMU..
wahai zat yang membolak- balikkan hati,
tetapkanlah hati ini pada agamaMU....
READ MORE - Berbahagialah karena Allah masih Mengujimu

Kamis, 17 Februari 2011

Kesedihan = Parasit

Kesedihan merupakan hal yang lumrah

tetapi sedih yang berlebihan bisa menjadi  

parasit untuk orang lain.

   Bayangkan jika Anda memiliki teman yang selalu mengeluh tentang kesedihannya.
Tentu saja itu sangat menyebalkan, bukan? 
Dan bayangkan jika Anda memiliki teman yang selalu ceria
Bukankah itu sangat menyenangkan?
   Lalu apakah Anda ingin menjadi teman yang menyebalkan atau menyenangkan?
READ MORE - Kesedihan = Parasit

Senin, 07 Februari 2011

Menangislah

Tawa bisa  disandiwarakan.. 
senyuman pun dapat dipalsukan 
tetapi 
air mata tidak akan menetes tanpa sebab yang sesungguhnya.


Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu berkata,
Rasulullah telah bersabda,
“Tiada sesuatu yang lebih disukai Allah 
melainkan dua tetes dan dua bekas. 
Tetesan air mata karena takut kepada Allah 
dan tetesan darah dalam mempertahankan agama Allah. 
Adapun dua bekas adalah bekas perjuangan fi'sabilillah 
dan bekas yang timbul karena memperjuangkan 
hal-hal yang diwajibkan Allah. (HR. Tirmidzi)


Aku akan menangis tatkala persahabatan  
yang tulus itu menjadi sesuatu yang mustahil.
Aku akan menangis ketika kejujuran itu   

READ MORE - Menangislah

Kamis, 03 Februari 2011

Harapku


PesonaMu silaukan hati 
Tumbuhkan harap 'kan keagunganMu 
meski tak dapat kurengkuh..
CintaMu cukup menjadi oase jiwa.. 
meski tak kasat mata 
keabadianMu cukup menjadi damai hidupKu.. 
meski tak dapat kugenggam.. 
nyataMu cukup menjadi peredam pedih.. 
imajiku tentangMu 
tak 'kan terbelenggu ruang
harapku akan cintaMu 
tak 'kan terenggut waktu

~dari bilik reot kupanjatkan harap akan singgasanaMu~
READ MORE - Harapku

Rabu, 26 Januari 2011

kita


senangku, senangmu..
senang kita bersama
sedihku, sedihmu..
sedih kita bersama..
tawaku, tawamu..
tawa kita bersama..
tangisku, tangismu..
tangis kita bersama..
marahku, marahmu.
marah kita bersama..
apa pun itu..
Semua akan menjadi
rasa kita bersama...
disaat kita tetap bersama,
hidup akan lebih berharga 

meski pun tak semua cerita mempunyai akhir yang bahagia.
Tetap bersama dalam alunan masa yang diridhai-Nya..
Tetap bersama untuk bisa sekuat karang
yang tidak akan goyah dihantam ombak.
disaat kau dan aku menyatu dalam kita
pahit manisnya hidup akan terasa lebih indah
READ MORE - kita

Senin, 24 Januari 2011

Masa tak 'kan Menghapusmu

Denting alunan waktu membekas pilu
Tak mampu pudarkan bias jiwamu 
dalam prisma hati
meski masa telah berganti,..
rona siluet jingga di ufuk barat 
masih membayangi senyuman terakhirmu
membius dunia sadarku
melayangkan angan ke masa Dia merenggut 
jiwamu dari sisiku
walau belasan dekade zaman telah berganti
tetap saja bayangmu tak 'kan terhapus gelap
kuikrarkan setia yang tak usai
'kan kujaga rinduku hingga 
perjumpaan di altar firdaus
READ MORE - Masa tak 'kan Menghapusmu

Senin, 17 Januari 2011

Buangan menjadi Rebutan


     Sepertinya dengan berat hati saya harus mengakui bahwa dalam kurun waktu 17 tahun 10 bulan 7 hari dari masa hidupku, saya belum pernah melakukan hal yang membanggakan untuk orang disekitarku. Tentu saja hal tersebut membuat rating ketidakjelasan diriku meningkat pesat. Istilahnya saya tampak abstrak di mata mereka. Kasarnya sih produk gagal, orang buangan yang tidak ada manfaatnya *hikhikhiks sedih rek.. T.T
   well.. sebelum semuanya mewabah dan menjadi pandemi. Saya harus merombak hidupku yang tidak jelas.buram.kabur.or whatever lah.. Kalau perlu semua alat-alat canggih yang bisa nginclongin hidupku dibungkus semua deh (berkoar dengan semangat menggebu-gebu,. ^^). Hei bung! Sekarang semangatku sudah ada di puncak tertinggi..siap untuk terjun bebas..sebebas elang *loh kok jadi ngalor ngidul kagak jelas ya?! Hehe..
    Back to the topic, well..berhubung saya tidak mau menjadi salah satu produk gagal dan tidak mau sukses memproduksi kata "seandainya.." jutaan kali lipat lebih banyak dari manusia lainnya alias menjadi salah satu orang yang memendam jutaan penyesalan, mulai detik ini saya mau mengubah dunia,.ups maksudnya mengubah diriku menjadi lebih baik! "simsalabim abra kadabra..kun fa ya kun" *bibir komat kamit gak jelas..
   As we know "menjadi lebih baik itu tidak ada yang express" so.. tentu saja semuanya harus diperjuangkan tahap demi tahap istilahnya step by step lah.. yang penting secepatnya harus dimulai. Mulai dari yang kecil, mulai dari sekarang, dan yang pastinya mulai dari diri sendiri.
   Dalam rangka menata hidup menjadi lebih baik, tentu saja saya harus menetapkan misi awal untuk diri sendiri. First of all.. saya harus optimis, membuang semua sifat dan sikap negatif yang merusak, harus menjadi diri sendiri tidak mau hidup dalam ambisi orang lain. Ehm sepertinya kondisiku sekarang pas banget dengan quoted 5 cm karya
Donny Dirghantoro: 

"Taruh mimpi-mimpi kamu..cita-cita kamu..
keyakinan kamu..apa yang kamu mau kejar..
taruh di sini..jangan menempel di kening.
Biarkan dia menggantung.. mengambang..
5 cm di depan kening kamu..
jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu.
Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu setiap hari,
kamu lihat setiap hari dan kamu percaya kamu bisa.
Apapun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri,
kalau kamu percaya sama keinginanmu
dan kamu NGGAK BISA MENYERAH.
Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh,
bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat,
apa pun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri,
biarkan keyakinan kamu 5 centimeter
menggantung mengambang di depan kening kamu..
Dan sehabis itu, yang kamu perlu..
cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,
tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,
lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja dan
hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya,
serta mulut yang akan selalu berdoa "

   Pokoknya si produk gagal harus di musnahkan mulai detik ini! Si makhluk buangan harus jadi rebutan. Cukuplah ia jadi buangan di masa silam tapi sekarang dan di masa yang akan datang ia harus jadi rebutan. Tidak ada kata terlambat untuk melakukan yang terbaik.


READ MORE - Buangan menjadi Rebutan