Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2013

When Love Break Us

Gambar
Tangan kanannya menggenggam tanganku sedang tangan kirinya menyeka air disudut matanya. Kami berjalan pelan-pelan melewati jalan setapak yang masih digenangi air, sisa hujan tadi sore. "Berikan waktu pada hatimu untuk memahami sakit" aku berbisik lirih padanya. Aku mencerna kata-kata yang lebih pantas kusimpan untuk diriku sendiri. Dia hanya bergumam. Tangannya masih sibuk menyeka air mata. Aku tahu bagaimana perasaannya. Patah hati setelah dia memutuskan -tepatnya aku memaksanya memutuskan- pacarnya. "Berhentilah menangis. Itu akan membuatmu lebih sakit! Lelaki tampan tidak pantas semenderita ini hanya karena cinta!" Suaraku bergetar. Aku tidak pernah melihatnya serapuh ini. "Maaf kak, aku mengecewakanmu. Aku tidak bisa menjaga diriku. Aku kalah dengan perasaanku" dia terbata menahan tangis. Ada penyesalan dalam suaranya. Aku menghentikan langkahku. Aku menoleh, memperhatikannya. Dia jauh lebih tegar dari yang kubayangkan. Dia belajar lebih baik dariku,…