Menuntaskan Rindu

Si mata elang sibuk mengintai sedari tadi. 
Ia mulai gelisah menanti.
Mondar-mandir, ia menyelisik paras orang-orang yang berlalu lalang.
Mencari wajah teduh yang dirindukannya.
Akhirnya, di kerumunan padat sesak itu, didapatinya si wajah teduh. Kamu.
Tak lepas pandangannya darimu. 
Diam-diam mengamatimu. 
Hatinya semakin riang mendapati senyummu.
Ia rindu menyapamu tapi dipilihnya bungkam,
 enggan bersuara.
Katanya, untuk menuntaskan rindu, 
cukuplah dengan melihatmu tersenyum.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membincangkan Kehidupan di Pulau Miangas

Bayangan Semu

Surat Kaleng