Masih Ada Senyuman Untukku kan?

Rabb, ada hal yang sangat ingin kuperjuangkan hingga akhir. Sayangnya, tanganku mulai gigil menggenggamnya. Apa akan lebih baik jika menyerah saja? Tapi, aku takut menjadi pengecut. Aku ingin berlari jauh, jauh sekali. Tapi, aku terlampau malu melarikan diri. DuniaMu masih siap menampung resahku 'kan?  Kian hari, penglihatanku semakin buram oleh air mata. Sampai-sampai, parasku tak lagi kurupa saat bercermin. Aku betul-betul lupa diri. Perasaanku pun mulai sulit kupahami. Dadaku sudah sangat sesak. Aku ingin berteriak sekencang-kencangnya. Kau masih mau mendengar keluhanku 'kan? Sebab tanpaMu, aku tidak berani menghadapi sorotan sinis setiap pasang mata. Apa di luar sana masih ada senyuman yang bisa Kau hadiahkan untukku? Aku ingin berkeliling mencarinya.

Komentar

Posting Komentar

Apa komentarmu? Silakan menuliskannya ^^ ...

Postingan populer dari blog ini

Membincangkan Kehidupan di Pulau Miangas

Bayangan Semu

Surat Kaleng