Kita Saling Melengkapi

Aku, kamu, atau siapa pun. Kita tidak pernah tahu pasti saling apa yang akan menautkan perasaan kita?

Apakah saling mengagumi? Saling mempercayai? Atau bahkan saling mencurigai?

Kita betul-betul tidak bisa memastikannya dengan tepat.

Satu hal yang akan kupastikan: pada akhirnya, kita saling melengkapi.

Seperti tautan simpul temali yang terikat pada ujung-ujung ayunan di sisi kiri dan kanan. Saling melengkapi. Yang menjadikannya selalu berayun beriringan dengan seimbang, meski berada pada dua sisi yang berbeda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membincangkan Kehidupan di Pulau Miangas

Bayangan Semu

Surat Kaleng