titik dari cumulonimbus


Dalam penanggalan, tepat pada angka "Satu Tujuh". 
Di sini titiknya bermula. 
Di jalan yang selalu menyita hatiku. 
Ini bukan tentang titik cinta, 
tapi titik rindu yang tersamarkan.
 Dan pada ruas aspal yang sama, 
titik-titiknya menemani petangku di jalan yang penuh sesak. 
Titik dari cumulonimbus, Hujan.
Kembali datang menghapus kemarau.

source

Komentar

Posting Komentar

Apa komentarmu? Silakan menuliskannya ^^ ...

Postingan populer dari blog ini

Membincangkan Kehidupan di Pulau Miangas

Bayangan Semu

Surat Kaleng