Perihal Malam Ini


Malam ini, di tengah hingar bingar keramaian kota, aku berdiri di antara ratusan pasang kaki. Mataku terpukau pada kemeriahan panggung pertunjukan, menikmati euforia debaran jantung pada setiap kata-kata dalam puisi.

Malam ini, di bawah kerlap kerlip bintang langit, di antara kegaduhan sorak sorai penonton dan kebisingan lalu lalang kendaraan, tetap saja aku tak berhasil menemukan tempat persembunyian aman darimu. Sebab ternyata, di antara ratusan pasang kaki itu, ada sepasang kakimu yang berdiri tak jauh dariku.

Ini bukan kali pertamanya aku mencari tempat persembunyian darimu, tapi tetap saja tiba-tiba kamu berada di tempat yang sama. Apa ini pertanda bahwa kita harus berdamai dengan takdir? Atau mungkin ini peringatan, bahwa kita sudah terlalu senja untuk bermain kucing-kucingan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membincangkan Kehidupan di Pulau Miangas

Bayangan Semu

Surat Kaleng