Rabu, 17 Februari 2010

Pelangi Hidupku

Luka fisik memang sudah tak berbekas lagi namun luka dalam hatiku masih sulit tuk disembuhkan. 
Dan pada kenyataannya aku tak bisa memungkiri bahwa semua itu telah memegang andil yang cukup besar dalam mengubah kehidupanku. 
Meski demikian, aku tidak akan pernah menyesal akan apa yg tlah terjadi di masa laluku.
Semua itu kuanggap sebagai sebuah penghargaan spesial yang patut tuk disyukuri. 
Rasanya memang sangat pahit. Namun setidaknya rasa itu tlah mengajarkanku tuk tersenyum dalam tangisan dan tertawa dalam kemarahan.

Minggu, 31 Januari 2010

Tebusan ke SURGA


Seapik apapun derita itu disembunyikan di balik untaian senyuman, tetap saja binar dalam tatapan mata tak mampu menutupinya. Tak mengapa jika enggan membaginya dengan yang lain. Tapi kuharap derita itu tak mengundang kesedihan tuk bersemayam dalam hati. Dan kuberharap semoga ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa memberikan ketegaran dalam menghadapi kepahitan ini. 

Ya... seperti inilah konsekuensi dari pilihan yang telah diemban. Harus rela terluka. Siap mengorbankan jiwa dan raga demi sesuatu yang semestinya dipertahankan. 

Biarlah peluh keringat bercucuran. 

Biarlah air mata menetes. 

Biarlah luka tertoreh. 

Biarlah ada pertumpahan darah. 

Asal tetap melangkah tegak dalam jalan yang diridhai oleh Allah Subhanahu Wata'ala. 

Sungguh derita ini belum seberapa jika dibandingkan dengan siksa yang akan diterima jika lebih memilih untuk ingkar (naudzubillahi mindzalik). Semoga Allah Subhanahu Wata'ala senantiasa meneguhkan hati para hamba-Nya dalam kebaikan. Dan semoga hati tak pernah lalai dan lupa dalam mengingat-Nya serta tak pernah bosan tuk bersyukur kepada-Nya.

Minggu, 24 Januari 2010

Kisah Itu Tak Ingin Kukenang


DIAM!!! Masa lalu itu tak usah kau umbar lagi. Aku muak mengingat semua kenangan itu. Tak ada lagi gunanya kau datang setelah bertahun-tahun lenyap. Aku sungguh tak mengharapkanmu, semua kisah itu telah kututup rapat. Aku tak ingin lagi mengulang tuk kedua kalinya. Jika boleh, mungkin aku kan meminta kepada sang khalik tuk melenyapkan memori tentang kisah itu dari ingatanku. Namun itu sungguh mustahil. Aku tahu, aku telah memilih jalan yang keliru. Tapi, itu karena aku belum paham bahwa itu merupakan kekeliruan yang amat fatal.
Kini mataku telah terbuka lebar, pikiran dan hatiku juga sudah mampu menempatkan dan membedakan mana yang semestinya kujalani dan mana yang semestinya tak boleh kujalani. Dan sekarang aku punya hak tuk menebus semua kesalahan yang telah kutorehkan di masa silam. Apa salah jika aku memiliki masa lalu yang mungkin sangat mengherankan jika dibandingkan dengan kondisiku sekarang ini??!
Kuharap kau bisa memahami kondisiku saat ini. Kupikir, kau juga tahu bahwa tak kan ada manusia yang ingin terjatuh dalam liang kesalahan yang sama. Biarkanlah aku menjalani hariku tanpa bayang-bayang dari kisah kelam itu. Aku muak dengan semua itu. Aku tak bisa menutupi semua kebohongan itu. Biarkan saja kisah itu hanya terkubur di dalam hati.

Semu yang Melenakan


aku sudah muak dengan buaian aktifitas yg melenakan. Sibuk belajar seharian suntuk hingga lupa akan kewajiban sebagai seorang hamba (naudzubillahi min dzalik). Itu sungguh miris dan sangat menyakitkan.
Aku tahu, ujian akhir sudah di depan mata... tapi, yang ku takutkan jika kematian yg tak kuketahui kedatangannya tiba lebih dahulu dari ujian akhir yang notabene lebih kupersiapkan dengan matang.
ya Rabbi, sungguh aku tidak kaan bisa melangkah tanpa-Mu. Sungguh tak terbayangkan bagaimana jadinya hidupku jika tanpa

Minggu, 10 Januari 2010

Nasib Sang Hati

Hatiku menangis...
Sayang ia tak seperti mata
yang mampu membuktikannya dengan air mata
Hatiku berteriak...
Sayang ia bukanlah mulut
yang bisa memperdengarkan suaranya
Hatiku terluka...
Tapi ia tak kuasa membagi deritanya
Hatiku dahaga...
Dahaga akan kesejukan cinta dari Dzat yang mahakekal
Hatiku resah...
Resah karena bayang-bayang cinta yang semu
Hatiku tak adil...
Tak adil dalam menempatkan posisi cinta yang semu
Hatiku keliru...
Keliru dalam mengharapkan cinta
dari dia yang tak halal bagiku
Hatiku kini menyesal...
Menyesali kekeliruannya,
menyesali ketidakadilannya,
dan menyesali keresahannya

Kamis, 24 Desember 2009

Jembatan Hidayah


Kisah ini kumulai sejak masa-masa orientasi siswa baru. Berawal dari gemerlap dan kemeriahan sesi demo ekskul dan inskul. Pada saat itu mataku masih disilaukan akan nafsu jiwa mudaku. Promosi dari senior dan hasutan teman-teman semakin membulatkan tekadku untuk menuruti nafsu jiwa. Ya.. akhirnya kuperturutkanlah nafsuku untuk mengisi formulir ekskul dalam bidang musik (padahalkan aku sangat tidak berbakat dalam bidang ini! hehe). Saat itu tak hanya satu ekskul saja yang ingin kuikuti, ini karena kerakusan hatiku. Setelah kuhitung-hitung, sudah genap 6 formulir ekskul dan inskul yang telah kuisi. Namun, itu belum cukup bagiku. Sebab aku belum mendapatkan formulir dari ekskul yang bergerak dalam bidang keagamaan. Itu bukan karena aku tak ingin, hanya saja belum ada senior yang datang membagikannya ke kelasku.

Keajaiban Rasa Cinta


Rasa itu memberi kesan yang jauh berbeda dari ribuan rasa yang lainnya
Rasa itu mengambil kendali yang besar terhadap pikiran dan tindakan
Rasa itu membuat hati berfluktuasi jauh lebih mudah dari membalikkan telapak tangan 
Rasa itu fitrah yang dianugerahkan sang Khaliq kepada setiap insan
Rasa itulah yang ku beri gelar “cinta”
Hadirnya bak sihir yang mampu mengubah perangai seseorang dalam sekejap
Hadirnya bak prisma yang mampu
membiaskan cahaya kegembiraan dalam hati
Hadirnya bak CRT(Cardiac Resynchronization Therapy) yang mampu membuat jantung bekerja lebih cepat
Kecepatannya dalam menghampiri hati bisa jauh lebih cepat dari kecepatan cahaya
Namun kepergiaannya bisa ribuan kali lebih lambat dari kura-kura
Daya tariknya seakan jauh lebih kuat dari daya tarik antara kutub utara dan selatan magnet
Sekali terjerat olehnya, sulit untuk melepaskan diri
Sekali terperangkap dalam kuasanya, sulit untuk meloloskan diri
Hati sungguh tak mampu menolak kehadirannya
Dan hati tak mampu pula mengusirnya dalam waktu yang singkat
Ya, cinta memang ajaib!!! ia bisa meluluhlantakan setiap insan!!!
Bahkan cinta dapat menjadi racun hati yang mematikan
Namun, jika keimanan masih jauh labih kuat kendalinya ketimbang nafsu
Cinta akan menjadi fitrah suci yang dapat menjadi gerbang menuju kebahagiaan yang hakiki

Rabu, 23 Desember 2009

Rasa yang Tak Dapat Kupahami

Aku terdiam dalam kegelapan
Termenung dalam kesunyian malam
Tertunduk dan merengkuh dalam kesengsaraan
Pikiran dan hatiku mencoba tuk renungi nasib diri yang telah ditakdirkan
Pandanganku tetap terarah ke satu-satunya sumber cahaya yang kekal di malam itu
Tanpa sengaja mataku terpaku akan wujud itu
Anehnya, ada getar dalam hati yang kembali mengguncangkan kerinduan yangg terpendam
Namun, bibir ini tak mampu menafsirkannya ke dalam sebuah kata
Respon yang ku dapat hanyalah linangan air mata
yang perlahan mengalir dari sudut mataku
Pikiranku terus meronta-ronta,
tak mampu memahmi apa yang telah dirasakan sang hati

Untuk Akhwat yang Dimabuk Asmara


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Ukhti, yang kucintai karena Allah Subhanahu WaTa'ala

Terdengar 3 hari yang lalu sebuah kabar, bahwa kau mengikat sebuah pertalian dan ikatan cinta kepada seorang ikhwan. Sebuah kabar yang kurang menyenangkan, sebenarnya, ukhti. 

Mengapa kau bisa sampai pacaran? 

Apakah kau lupa bahwa kita pernah sama-sama berikrar untuk menjalankan perintah Allah dan RasulNya? Lupakah engkau, wahai saudariku, bahwa sebenarnya segala hal yang mendekati zina adalah dosa?

Mungkin kau bilang aku terlalu ikut campur dengan urusanmu, tetapi ini adalah sebagai bukti bahwa aku memperhatikanmu. Aku khawatir, ukhti. Semenjak itu, kau selalu berdekatan dengan dia, kau duduk berdua dengan jarak yang sudah tidak dihiraukan. Bahkan kau menyempatkan dan menyediakan waktu khusus untuknya, dan hanya menghabiskan waktu berdua dengannya. Ketika aku melihat isi sms kalian pun, aku sudah semakin tidak tahan lagi untuk mengirim surat ini kepadamu. 
Ukhti, yang kucintai karena Allah,
Aku juga pernah merasakan jatuh hati, jatuh cinta. Sebuah perasaan yang indah. Walaupun perasaan ini pernah membuatku kurang nyaman, namun aku bersyukur karena ini adalah sebuah nikmat dari Allah kepada kita. Tapi ukhti, aku tidak habis pikir, engkau melampiaskan rasa ini dengan sebuah hubungan yang dinamakan pacaran. Mengapa?
Ukhti, ketika engkau jatuh cinta, janganlah engkau menyiksa dirimu sendiri dengan perasaan bahwa cintamu akan ditolak dan tidak terbalaskan. Itu bisikan syetan, ukhti. Bisikan-bisikan itu juga pernah membuatku takut akan kehilangan ikhwan yang kucintai, namun ternyata aku tahu bahwa itu hanya dorongan hawa nafsuku.

Ukhti, cinta yang tulus dan ikhlas adalah sebuah cinta yang tidak pernah mengharapkan balasan, namun selalu terdorong untuk memberikan sesuatu yang baik dan bermanfaat. Cinta yang tulus, tidak akan pernah tak terbalas. Cinta yang ikhlas, tak akan pernah berakhir dengan sia-sia, ukhti. Apakah engkau yakin mencintai ikhwan itu dengan ikhlas dan dilandasi oleh cinta karena Allah?

Pikirkan sekali lagi,ukhti. Apakah hal yang kau lakukan ini adalah hal yang baik? Ukhti, yakinlah bahwa Allah SWT sudah memberikan yang terbaik untuk kita. Biarlah nanti Allah yang memilihkan jodoh untuk kita. Cobalah bayangkan, ukhti, seandainya ikhwan yang kau cintai bukan jodohmu, apa yang akan kau perbuat? Aku heran ukhti, untuk apa sih engkau melakukan hal seperti ini? Memangnya kapan engkau akan melangsungkan akad pernikahan, sementara umurmu baru 17 tahun?

Satu hal yang umum, biasanya orang yang berpacaran, akan berlomba-lomba untuk menampilkan kebaikkan-kebaikan pada dirinya saja, namun ketika sudah menikah dan terlihat keburukan-keburukannya, maka hilanglah cinta yang selama ini tertanam. Aku jadi teringat kepada seorang teman yang berkata, 

Bila kau mencintai seseorang karena suatu alasan, maka cintamu akan hilang bersamaan dengan hilangnya alasanmu untuk mencintainya. Namun bila kau mencintai orang tersebut dengan tulus, maka cinta yang kau tanam akan terus bertahan hingga ukhtir hayatmu, walaupun dia tidak membalas cintamu, karena orang yang mencintai orang dengan tulus adalah orang yang mencintai karena Allah Subhanahu WaTa'ala"

Sebagai penutup dari suratku ini, ukhti, kusampaikan sebuah firman Allah, untukmu. Sebuah janji Allah untuk menjodohkan orang yang baik dengan yang baik, dan yang keji dengan yang keji:
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga). (QS.24:26)
Semoga suratku ini bermanfaat untukmu.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Keistimewaan Wanita

Kaum feminis bilang susah jadi wanita ISLAM, lihat saja peraturan dibawah ini :

Wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki.
Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
Wanita saksinya kurang berbanding lelaki.
Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki.
Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
Wanita wajib taat kepada suaminya tetapi suami tak perlu taat pd isterinya.
talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
Wanita kurang dlm beribadat karena masalah haid dan nifas yg tak ada pada lelaki.
makanya mereka nggak capek-capeknya berpromosi untuk “MEMERDEKAKAN WANITA ISLAM”

Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya)??

Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan?

Itulah bandingannya dengan seorang wanita. Wanita perlu taat kepada suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih