Minggu, 26 Juli 2026

Ya Allah, Berilah Aku Kepastian, Bukan Penantian Tanpa Arah

Ya Allah, aku tidak memohon agar Engkau mengubah takdir-Mu demi keinginanku. 

Aku hanya memohon, jika ini memang takdirku, maka mudahkanlah hingga menjadi halal. 

Namun jika bukan, maka jangan biarkan aku menghabiskan bertahun-tahun lagi dalam kebingungan. 

Berilah aku jawaban yang jelas, hati yang lapang untuk menerimanya, dan keberanian untuk melangkah menuju takdir terbaik yang telah Engkau pilih.

Jumat, 17 Juli 2026

Muara yang Kucari


Semakin mengenal diri sendiri, aku kadang berpikir, dari jutaan kekurangan dan sikapku yang tak selalu sesuai ekspektasi orang lain, apa masih ada yang mau menerimaku sepenuhnya?

Yang dengan senang hati memperjuangkanku. Yang bersedia mendidikku di tengah keras kepalaku.  Yang siap menjadi orang paling kuandalkan seumur hidup. Yang memilih tetap bertahan bersamaku meski hidup tak selalu baik-baik saja.  Dan yang bertekad menjadikanku satu-satunya pendamping hidup.

Semoga dari banyak kurangku, dia bisa memiliki sabar yang jauh lebih luas.
Dari sedikitnya kebaikanku, dia bisa memiliki rasa syukur yang tak terhingga. Semoga dari perangaiku yang tak disukainya, dia tetap memilih setia berjalan di sisiku hingga akhir.

Laki-laki seperti apa ya yang kelak berani menerima segenap diriku dan memilihku menjadi istrinya?

Selasa, 14 Juli 2026

Perjalanan Menuju Bandara


Sudah beberapa kali aku harus pergi ke bandara sendirian untuk safar dan urusan dinas. Ada dua momen yang sangat membekas di ingatan perihal perjalanan ke bandara ini. 

Yang pertama, saat ingin kembali ke Pomalaa setelah belasan tahun tidak pulang, momennya setelah nenekku meninggal pada tahun 2015. Sepanjang perjalanan, dadaku terasa sesak. Biasanya aku pergi dalam keadaan riang gembira, baru kali ini aku pergi saat momen berduka. Seberat ini ya rasanya ditinggalkan seseorang yang seluruh hidupmu selalu dekat dengannya. Di dalam mobil menuju bandara, aku berusaha menahan air mata. Setiap diajak bicara, aku hanya diam karena takut tangisku pecah. Namun, semakin dekat ke bandara, pertahananku runtuh. Aku menangis sejadi-jadinya.


Momen kedua terjadi setelah mengikuti tes CPNS pada akhir 2018. Aku harus kembali ke Sumatera untuk melanjutkan kontrak kerja. Beberapa hari sebelum berangkat, aku sempat menelpon mama dan marah karena persoalan sepatu yang ingin kupakai untuk tes. Keesokannya kuanggap tak ada masalah lagi, tetapi ada yang terasa berbeda. Saat ingin ke bandara, aku memesan kendaraan lewat aplikasi online. Mama menelponku saat menunggu di ruang tamu. Saat berpamitan, rasanya berat sekali melangkah keluar rumah.


Begitu duduk di dalam mobil, dadaku mendadak sesak. Drivernya sempat mengajakku mengobrol, tetapi di sela percakapan itu aku malah menangis. Rasanya malu karena tiba-tiba menangis, tetapi aku benar-benar tidak bisa menahannya. Saat ia bertanya kenapa, kujawab saja karena batal menikah, padahal sama sekali bukan itu alasannya. Setelah itu, ia hanya diam seribu bahasa.


Minggu, 05 Juli 2026

Kamis, 02 Juli 2026

Arah yang Sama

Ia tidak pernah ingin tergesa-gesa dalam urusan hati. Di tengah dunia yang sering kali menganggap hubungan hanya sebagai pelarian sepi, ia memilih untuk tetap berdiri pada prinsipnya: menjaga diri agar tidak jatuh pada hubungan yang tanpa arah. Bukan karena ia menutup diri, tetapi karena ia percaya bahwa perasaan seharusnya tidak mengaburkan tujuan hidup yang sedang ia bangun.

Setiap kali seseorang datang dengan perhatian dan kata-kata manis, ia tidak langsung larut di dalamnya. Ia belajar menilai dengan tenang. Apakah orang ini hanya ingin singgah, atau benar-benar siap berjalan ke arah yang sama? Ia tidak mencari yang sempurna, hanya yang mau tumbuh bersama, yang tidak membuatnya kehilangan dirinya sendiri di tengah hubungan yang seharusnya saling menguatkan.

Baginya, cinta bukan tentang seberapa cepat dua hati saling memiliki, tetapi seberapa dalam keduanya mampu berjalan dalam satu arah tanpa saling menarik ke jurang dosa. Maka ia memilih untuk menunggu, bukan karena takut mencoba, tetapi karena ia ingin memastikan bahwa ketika ia melangkah bersama seseorang, itu bukan sekadar perasaan sesaat, melainkan perjalanan yang benar-benar menuju arah kebaikan.

Rabu, 01 Juli 2026

Dalam Wajah yang Bukan Kamu


Dari banyak jalan yang kulalui, dari beberapa tempat yang kudatangi.

Aku berharap bisa tiba-tiba menemuimu di salah satunya, tanpa sengaja.

Tapi rasanya itu terlalu mustahil.

Ternyata aku seberharap itu ya?

Aku sudah berkali-kali berusaha menghindari perasaanku sendiri. Entah sudah yang ke berapa kalinya.

Aku juga pernah bertekad menganggapmu tak pernah ada. Tapi selalu gagal.

Rasanya setiap jalan yang kupilih, selalu berakhir pada harapan yang sama, barangkali ada kamu di ujungnya.

Dari beberapa orang yang kuberi kesempatan untuk mengenaliku.

Tetap saja aku selalu mencarimu di antara mereka. Entah itu leluconnya, cara berpikirnya, jawabannya saat merespon pertanyaanku, nada bicaranya, sikapnya saat mendengarku bercerita, caranya menjaga diri dan membatasi pergaulan. 

Tanpa sadar, aku selalu membandingkan mereka denganmu.


#CeritaFiksi #RuangKata #Literasi #BelajarBercerita #TulisAjaDulu #KreatifMenulis