Kamis, 02 Juli 2026

Arah yang Sama

Ia tidak pernah ingin tergesa-gesa dalam urusan hati. Di tengah dunia yang sering kali menganggap hubungan hanya sebagai pelarian sepi, ia memilih untuk tetap berdiri pada prinsipnya: menjaga diri agar tidak jatuh pada hubungan yang tanpa arah. Bukan karena ia menutup diri, tetapi karena ia percaya bahwa perasaan seharusnya tidak mengaburkan tujuan hidup yang sedang ia bangun.

Setiap kali seseorang datang dengan perhatian dan kata-kata manis, ia tidak langsung larut di dalamnya. Ia belajar menilai dengan tenang. Apakah orang ini hanya ingin singgah, atau benar-benar siap berjalan ke arah yang sama? Ia tidak mencari yang sempurna, hanya yang mau tumbuh bersama, yang tidak membuatnya kehilangan dirinya sendiri di tengah hubungan yang seharusnya saling menguatkan.

Baginya, cinta bukan tentang seberapa cepat dua hati saling memiliki, tetapi seberapa dalam keduanya mampu berjalan dalam satu arah tanpa saling menarik ke jurang dosa. Maka ia memilih untuk menunggu, bukan karena takut mencoba, tetapi karena ia ingin memastikan bahwa ketika ia melangkah bersama seseorang, itu bukan sekadar perasaan sesaat, melainkan perjalanan yang benar-benar menuju arah kebaikan.

Rabu, 01 Juli 2026

Dalam Wajah yang Bukan Kamu


Dari banyak jalan yang kulalui, dari beberapa tempat yang kudatangi.

Aku berharap bisa tiba-tiba menemuimu di salah satunya, tanpa sengaja.

Tapi rasanya itu terlalu mustahil.

Ternyata aku seberharap itu ya?

Aku sudah berkali-kali berusaha menghindari perasaanku sendiri. Entah sudah yang ke berapa kalinya.

Aku juga pernah bertekad menganggapmu tak pernah ada. Tapi selalu gagal.

Rasanya setiap jalan yang kupilih, selalu berakhir pada harapan yang sama, barangkali ada kamu di ujungnya.

Dari beberapa orang yang kuberi kesempatan untuk mengenaliku.

Tetap saja aku selalu mencarimu di antara mereka. Entah itu leluconnya, cara berpikirnya, jawabannya saat merespon pertanyaanku, nada bicaranya, sikapnya saat mendengarku bercerita, caranya menjaga diri dan membatasi pergaulan. Tanpa sadar, aku selalu membandingkan mereka denganmu.




#CeritaFiksi #RuangKata #Literasi #BelajarBercerita #TulisAjaDulu #KreatifMenulis

Minggu, 28 Juni 2026

Isyarat Semu


Ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang tanpa kusadari jadi rutinitas setiap kali melihat postingan yang lewat di beranda. Aku selalu berhenti lebih lama, beberapa detik hingga selang beberapa menit saat melihat postingan yang kau sukai atau kau posting ulang. 

Aku biasanya membaca kata demi kata dengan lebih saksama, mencoba memahami setiap kalimat dalam postingan... Lalu sibuk menerka, adakah yang kau maksud itu tentang aku?

Tapi aku kadang berpikir, apakah ada orang lain yang juga menerka serupa denganku? 

Lalu dengan bodohnya aku menjadi kesal sendiri. 

Apa ini artinya aku cemburu?

Rabu, 24 Juni 2026

Kok Belum Nikah?



"Kak apa lagi sih yang ditunggu? Kok belum nikah?" Tanya seseorang tiba-tiba.

Tentu aku speechless dan tidak tahu mau jawab apa lagi. Aku hanya menanggapinya dengan tersenyum 

Semakin berumur, pertimbangan untuk menerima seseorang menjadi pasangan tentu akan lebih banyak. Bukan hanya sekedar saya suka sama dia ataupun sebaliknya. Tapi aspek-aspeknya jadi lebih kompleks dan yang paling utama untukku adalah YAKIN kalau aku bisa menaatinya seumur hidupku. Karena ini salah satu poin penting untuk memastikan bahwa bersamanya, tujuan akhirku bisa kuraih, yaitu Syurga-Nya. 

Bagi seorang wanita, salah satu jalurnya adalah dengan taat kepada suami. Dan bagiku, menemukannya sungguh tidak mudah. Entah sudah berapa kali aku mencoba melalui jalur ta’aruf, tetap saja belum ada yang berhasil. Saat aku yakin, eh malah dianya yang gak yakin. Begitu pun sebaliknya. Mungkin butuh lebih sabar dan introspeksi diri.

Beberapa teman pun malah kadang menghiburku dengan kata-kata mutiara, "Sabar ya, akan ada waktunya. Nikmati dulu masa-masa singlemu. Belajar dan jadi versi terbaik dari dirimu. InsyaAllah Allah akan datangkan yang terbaik di waktu yang tepat."

Tentu itu masuk akal, toh gak ada lagi yang bisa diperbuat, selain ikhtiar, tawakkal, memperbanyak taubat & doa, dan tentu saja harus sabar menerima apa pun takdir Allah. 

Senin, 22 Juni 2026

Galau ya?



22.40

Sudah sempat tertidur, tapi tiba-tiba terbangun. 

Lalu memikirkan hal random dan mau cari tahu lebih detail tentang itu. 

Padahal sebenarnya itu nggak harus kupikirin juga sih. 

Ya Rabb, tenangkan hatiku, tenangkan pikiranku. 

Aku kesel banget sama diri sendiri yang suka memikirkan skenario-skenario yang belum pasti terjadi. 

Menduga-duga sesuatu yang bikin aku nangis sendiri, padahal belum tentu begitu faktanya. 

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَالْحَزَنِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih.”


Rabu, 27 Mei 2026

Teman yang Menghilang


Beberapa teman yang sudah kukenal sekitar 20 tahunan lalu, karena faktor kesibukan dan jarak domisili yang sudah beda pulau, saat ini kami lebih sering melihat kehidupan satu sama lain lewat media sosial dibanding bertemu langsung. Dari postingan di media sosial ini pun kadang malah ada yang kuanggap over sharing. Tapi ada yang baru kusadari, beberapa teman yang biasanya over sharing justru tiba-tiba menghilang. Kupikir mungkin mereka sedang sibuk aja.


Dan fakta yang baru kuketahui dari pertemuan dengan teman-teman di malam lebaran kemarin adalah ada kabar dan cerita yang sebenarnya sangat berat dan tak pernah bisa mereka bagikan. Aku pun bisa menyimpulkan, bersyukurlah jika teman-temanmu masih aktif membuat status atau postingan di media sosial, itu artinya dia masih baik-baik saja.


Namun, jika ada yang tiba-tiba menghilang, sesekali tanyakanlah kabarnya. Bisa jadi ada masalah besar yang membuatnya memilih diam dan tidak bisa membagikan cerita apa pun lagi di media sosialnya.


Hal ini membuatku menyadari bahwa teman yang pernah sesekali kureply storynya ternyata sedang menghadapi masalah, dan itu membuatnya memilih menghilang dan menjauh. Kemarin pun aku berinisiatif mengiriminya pesan singkat lewat instagram, dan sampai saat ini dia tidak merespon. Dia betul-betul menghilang dari jangkauan. Teman lain pun mencoba mengecek nomor WhatsApp-nya dan ternyata tidak aktif. Dihubungi lewat telepon biasa pun hasilnya nihil. Rasanya aku mulai overthinking dengan kondisi dan keberadaannya. Aku berharap dia baik-baik saja.

Jumat, 01 Mei 2026

Jaga Kesehatan ya!


Awal Mei ini rasanya agak berat. Aku sadar, ternyata capek juga ya pura-pura kuat terus. Aku masih mencoba memulai lagi mimpi yang sempat aku tunda, sambil tetap menjalani pekerjaan yang akhir-akhir ini cukup menyita energi. Kasus campak meningkat, ada yang sampai meninggal, dan DBD mulai muncul lagi.

Aku sering terlihat biasa saja, tapi sebenarnya kepalaku penuh. Bukan cuma soal kerja atau mimpi, tapi juga soal bagaimana aku bertahan tanpa kehilangan diriku sendiri.

Mungkin aku nggak harus selalu kuat. Aku cuma perlu jujur kalau lagi capek, dan tetap menyelesaikan semua pekerjaan sebisaku, tanpa memaksa semua harus baik-baik saja hari ini.

Dan di tengah kesibukan ini, aku cuma ingin mengingat satu hal sederhana,  "jaga kesehatan". Karena tidak semua hal bisa kita ulang kembali, tapi kita masih punya pilihan untuk lebih menjaga diri sendiri. Jangan tunggu sakit baru peduli. Karena di balik setiap kasus, selalu ada cerita kehilangan yang tidak ingin dilalui oleh siapa pun.

Senin, 27 April 2026

Mari Kita Mulai Lagi

Ada salah satu mimpi yang pernah membuat hatiku nyala bahkan hanya dengan memikirkannya. Tapi karena khawatirku yang amat besar dan terlalu banyak tapi, aku memilih mengubur dan menundanya hampir 2 tahun. 

Hari ini (Senin, 27 April 2026) aku memutuskan untuk memulai semuanya dari awal. Segala persiapan dan hal-hal lainnya yang kuanggap sulit, akan kuusahakan lebih giat. 

Aku berharap bisa lebih fokus mengejarnya. Sebenarnya khawatirnya tetap ada, tapi aku berusaha mengabaikan dan tidak memikirkan hal-hal yang buruk. Setidaknya nanti aku tidak akan menyesalinya karena sudah berani memulai.

Jumat, 24 April 2026

Lelah Pikiran



Akhir-akhir ini aku suka tertrigger hanya karena membaca beberapa postingan di sosial media, tak jarang aku marah sekali, atau kadang bisa sampai nangis sesenggukan. 

Rasanya pikiranku sangat amburadul. 
Aku sering sibuk sendiri menerka-nerka beragam skenario di kepala. Lalu akhirnya jadi lebih emosional.

Rasanya ingin teriak sekencang-kencangnya, nangis seharian sampai mata bengkak. Kadang juga suka terbangun tiba-tiba saat tidur, akhirnya kualitas tidurku jadi kurang baik. 

Bahkan aku pernah terbangun uring-uringan, tanganku mencoba meraih smartphone lalu mengirim pesan singkat ke atasan, menginfokan bahwa aku tidak masuk kantor karena kepalaku rasanya berat sekali.

Minggu, 07 Desember 2025

Kamu Tak Sendiri


Tidak ada orang yang benar-benar kuat... Kamu pasti paling paham itu, kan?

Di saat semua sibuk menghakimi dan menjelek-jelekkan, memiliki satu orang yang tetap percaya padamu, yang berdiri di sampingmu tanpa ragu, rasanya pasti sangat menenangkan, meski bebanmu seberat apapun.