"Kak apa lagi sih yang ditunggu? Kok belum nikah?" Tanya seseorang tiba-tiba.
Tentu aku speechless dan tidak tahu mau jawab apa lagi. Aku hanya menanggapinya dengan tersenyum
Semakin berumur, pertimbangan untuk menerima seseorang menjadi pasangan tentu akan lebih banyak. Bukan hanya sekedar saya suka sama dia ataupun sebaliknya. Tapi aspek-aspeknya jadi lebih kompleks dan yang paling utama untukku adalah YAKIN kalau aku bisa menaatinya seumur hidupku. Karena ini salah satu poin penting untuk memastikan bahwa bersamanya, tujuan akhirku bisa kuraih, yaitu Syurga-Nya.
Bagi seorang wanita, salah satu jalurnya adalah dengan taat kepada suami. Dan bagiku, menemukannya sungguh tidak mudah. Entah sudah berapa kali aku mencoba melalui jalur ta’aruf, tetap saja belum ada yang berhasil. Saat aku yakin, eh malah dianya yang gak yakin. Begitu pun sebaliknya. Mungkin butuh lebih sabar dan introspeksi diri.
Beberapa teman pun malah kadang menghiburku dengan kata-kata mutiara, "Sabar ya, akan ada waktunya. Nikmati dulu masa-masa singlemu. Belajar dan jadi versi terbaik dari dirimu. InsyaAllah Allah akan datangkan yang terbaik di waktu yang tepat."
Tentu itu masuk akal, toh gak ada lagi yang bisa diperbuat, selain ikhtiar, tawakkal, memperbanyak taubat & doa, dan tentu saja harus sabar menerima apa pun takdir Allah.


0 comments:
Posting Komentar
Apa komentarmu? Silakan menuliskannya ^^ ...