Minggu, 21 Maret 2010

Aku Pasti Bisa

source

Awali dengan basmalah
berikhtiarlah dengan sungguh-sungguh,
akhiri dengan mengucap syukur,
jangan lupa berharap agar diberikan yang terbaik,
ingatlah untuk selalu berdo'a,
siapkan diri menerima takdir Allah,
entah itu membuatmu tersenyum bahagia dan penuh haru
ataukah harus melinangkan air mata
sambil berlapang dada karena gagal.
Satu hal yang pasti :
"Allah lebih tau apa yang terbaik untukmu,"
maka muslimah sejati adalah yang percaya dengan kemampuannya
dan yakin bahwa dibalik semuanya
ada Allah yang Maha Mengatur dan Berkehendak..
Beginilah Islam mengajarkan kita
menjadi seseorang yang kuat dengan keyakinannya..
Selamat berjuang,.jangan lupa meminta keridhaan orang tua.,
SEMANGAT! HAMASAH! GANBATTE!
Ujian Nasional pasti akan takluk!

Sabtu, 20 Maret 2010

Indahnya Hari karenaMu

Ya Allah.. Rabb semesta alam..
kami mengawali hari ini dengan menyebut nama-Mu,
karena kami mengharapkan Ridho-Mu,Cinta-Mu,
penjagaan-Mu,Rezeki-Mu,dan Kehadiran-Mu di nurani kami.
Karuniailah kami kesabaran dan keikhlasan
agar apapun yang kami lalui hari ini terasa indah.
Semoga kami dapat mengakhiri kelelahan kami hari ini,
menutup hari ini dengan senyuman tanda kesyukuran kami
atas nikmat-Mu yang tak terbatas..

Andai Dia Bisa Berbicara

 
Andai Al-quran bisa bicara, ia akan berkata:
"waktu kau masih anak-anak, kau bagai teman sejatiku,
dengan wudhu kau sentuh aku,
dalam keadaan suci kau pegang aku,
kau baca dengan lirih dan keras.
Sekarang kau telah dewasa,
tampaknya kau sudah tidak berminat lagi padaku.
Apakah aku bacaan usang? Yang tinggal sejarah?
Sekarang kau simpan aku dengan rapi,
kau biarkan aku sendiri.
Aku menjadi kusam dalam lemari.
Berlapis debu dimakan kutu.
Ku mohon peganglah aku lagi,
bacalah aku setiap hari,
karena aku akan jadi penerang dalam kubur.

Jumat, 19 Maret 2010

Kembali ke Negeri Akhirat



Andai saja hidup ini hanya sebatas permainan,
bolehlah hidup kita seluruhnya adalah bermain dan terus bermain.
Andai kehidupan semuanya adalah canda gurau.
Tak masalah tiap detik hidup kita
hanya canda tawa yang tak berujung.
Tapi ternyata,hidup ini dipenuhi ragam warna.
Sekali kita gembira,lain waktu kita bersedih.
Hidup juga adalah perjalanan singkat menuju satu dari dua negeri.
Kemungkinan kecil adalah surga, besar peluang ke neraka.
Dalam hening & sepi, ada baiknya kita bertanya pada hati:
sudahkah kita memikirkan kemana kaki melangkah "pulang"..???

Sabtu, 13 Maret 2010

Si Pencuri Hati






Terima kasih karena kamu masih mau membuka dan membaca tulisan ini.. Dan kuharap kamu tetap membacanya hingga akhir.. 
    Alhamdulillah, setelah bertahun-tahun kehilanganmu akhirnya aku bisa menemukanmu, dan hal yang sangat berarti bagiku ialah kamu masih mengingat dan masih menganggapku sebagai teman.
Kamu tahu tidak? Sejak aku tahu bahwa kamu akan melanjutkan sekolah di luar kota, aku tak pernah letih untuk berdoa dan berhrap agar ada keajaiban yang bisa membatalkan kepergianmu. Dan aku tidak ingin jika perpisahan itu datang. Ya..tapi aku tak bisa mewujudkan egoku, biar bagaimana pun mungkin inilah yang terbaik.
    Dan satu hal yang perlu kamu ketahui, saat adikmu mengatakan bahwa kamu sudah pergi, aku sungguh tak tahu apa yang kurasa (cemas, takut, sedih, kecewa, marah bercampur aduk menjadi satu).
Saat itu aku rasanya ingin menangis (tapi aku kan bukan anak perempuan! gengsi dong) dan tanpa pikir panjang aku berlari ke rumahmu untuk membuktikan kebenaran dari perkataan adikmu. Aku masih belum bisa menerima kenyataan itu. Saat itu mungkin aku sudah seperti orang gila yang kesurupan.
    At least, dalam kondisi megap-megap kehabisan napas, aku hanya bisa mengucap syukur karena masih bisa melihatmu untuk terakhir kalinya. Saat itu aku tak tahu apa yang harus kukatakan. Aku hanya bisa tertunduk malu menyaksikanmu menertawai kekonyolanku.
    Betapa bodohnya aku bisa mempercayai perkataan adikmu. Tapi aku harus berterima kasih kepada adikmu karena telah menciptakan insiden kebohongan tersebut. Karena dengan hal tersebut aku bisa menyadari bahwa aku sangat takut kehilanganmu.
    Saat itu mungkin kamu belum menyadarinya. Tapi Tuhan tahu sejak kapan kamu ada dalam hatiku. Dan sejak saat itu kamu terus ada dsetiap langkahku. Mungkin itulah terakhir kalinya aku bisa memandangmu..
“Dua jiwa yang terpaut dalam jarak, tak bisa saling menyapa dan memandang”.
Bertahun-tahun aku hanya bisa melepas rinduku lewat untaian mimpi-mimpi dalam tidurku. Aku tak tahu siapa yang hadir dalam tiap mimpi indahmu, tapi kuharap itu aku.
   Dan hal yang perlu kamu ketahui ialah kamu akan tetap menjadi mutiara hatiku meski bagimu aku hanya sekedar teman dari masa lalumu... Well, I just wanna say happy birthday to you.
Memang ini sudah sangat terlambat.. tapi, aku sengaja mimilih untuk menjadi orang terakhir yang mengucapkannya kepadamu. Aku tak peduli siapa yang pertama. Begitu pula dengan pemilik hatimu, meski aku bukan yang pertama, tapi kuharap aku bisa menjadi yang terakhir!!

Rabu, 17 Februari 2010

Pelangi Hidupku

Luka fisik memang sudah tak berbekas lagi namun luka dalam hatiku masih sulit tuk disembuhkan. 
Dan pada kenyataannya aku tak bisa memungkiri bahwa semua itu telah memegang andil yang cukup besar dalam mengubah kehidupanku. 
Meski demikian, aku tidak akan pernah menyesal akan apa yg tlah terjadi di masa laluku.
Semua itu kuanggap sebagai sebuah penghargaan spesial yang patut tuk disyukuri. 
Rasanya memang sangat pahit. Namun setidaknya rasa itu tlah mengajarkanku tuk tersenyum dalam tangisan dan tertawa dalam kemarahan.

Minggu, 31 Januari 2010

Tebusan ke SURGA


Seapik apapun derita itu disembunyikan di balik untaian senyuman, tetap saja binar dalam tatapan mata tak mampu menutupinya. Tak mengapa jika enggan membaginya dengan yang lain. Tapi kuharap derita itu tak mengundang kesedihan tuk bersemayam dalam hati. Dan kuberharap semoga ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa memberikan ketegaran dalam menghadapi kepahitan ini. 

Ya... seperti inilah konsekuensi dari pilihan yang telah diemban. Harus rela terluka. Siap mengorbankan jiwa dan raga demi sesuatu yang semestinya dipertahankan. 

Biarlah peluh keringat bercucuran. 

Biarlah air mata menetes. 

Biarlah luka tertoreh. 

Biarlah ada pertumpahan darah. 

Asal tetap melangkah tegak dalam jalan yang diridhai oleh Allah Subhanahu Wata'ala. 

Sungguh derita ini belum seberapa jika dibandingkan dengan siksa yang akan diterima jika lebih memilih untuk ingkar (naudzubillahi mindzalik). Semoga Allah Subhanahu Wata'ala senantiasa meneguhkan hati para hamba-Nya dalam kebaikan. Dan semoga hati tak pernah lalai dan lupa dalam mengingat-Nya serta tak pernah bosan tuk bersyukur kepada-Nya.

Minggu, 24 Januari 2010

Kisah Itu Tak Ingin Kukenang


DIAM!!! Masa lalu itu tak usah kau umbar lagi. Aku muak mengingat semua kenangan itu. Tak ada lagi gunanya kau datang setelah bertahun-tahun lenyap. Aku sungguh tak mengharapkanmu, semua kisah itu telah kututup rapat. Aku tak ingin lagi mengulang tuk kedua kalinya. Jika boleh, mungkin aku kan meminta kepada sang khalik tuk melenyapkan memori tentang kisah itu dari ingatanku. Namun itu sungguh mustahil. Aku tahu, aku telah memilih jalan yang keliru. Tapi, itu karena aku belum paham bahwa itu merupakan kekeliruan yang amat fatal.
Kini mataku telah terbuka lebar, pikiran dan hatiku juga sudah mampu menempatkan dan membedakan mana yang semestinya kujalani dan mana yang semestinya tak boleh kujalani. Dan sekarang aku punya hak tuk menebus semua kesalahan yang telah kutorehkan di masa silam. Apa salah jika aku memiliki masa lalu yang mungkin sangat mengherankan jika dibandingkan dengan kondisiku sekarang ini??!
Kuharap kau bisa memahami kondisiku saat ini. Kupikir, kau juga tahu bahwa tak kan ada manusia yang ingin terjatuh dalam liang kesalahan yang sama. Biarkanlah aku menjalani hariku tanpa bayang-bayang dari kisah kelam itu. Aku muak dengan semua itu. Aku tak bisa menutupi semua kebohongan itu. Biarkan saja kisah itu hanya terkubur di dalam hati.

Semu yang Melenakan


aku sudah muak dengan buaian aktifitas yg melenakan. Sibuk belajar seharian suntuk hingga lupa akan kewajiban sebagai seorang hamba (naudzubillahi min dzalik). Itu sungguh miris dan sangat menyakitkan.
Aku tahu, ujian akhir sudah di depan mata... tapi, yang ku takutkan jika kematian yg tak kuketahui kedatangannya tiba lebih dahulu dari ujian akhir yang notabene lebih kupersiapkan dengan matang.
ya Rabbi, sungguh aku tidak kaan bisa melangkah tanpa-Mu. Sungguh tak terbayangkan bagaimana jadinya hidupku jika tanpa

Minggu, 10 Januari 2010

Nasib Sang Hati

Hatiku menangis...
Sayang ia tak seperti mata
yang mampu membuktikannya dengan air mata
Hatiku berteriak...
Sayang ia bukanlah mulut
yang bisa memperdengarkan suaranya
Hatiku terluka...
Tapi ia tak kuasa membagi deritanya
Hatiku dahaga...
Dahaga akan kesejukan cinta dari Dzat yang mahakekal
Hatiku resah...
Resah karena bayang-bayang cinta yang semu
Hatiku tak adil...
Tak adil dalam menempatkan posisi cinta yang semu
Hatiku keliru...
Keliru dalam mengharapkan cinta
dari dia yang tak halal bagiku
Hatiku kini menyesal...
Menyesali kekeliruannya,
menyesali ketidakadilannya,
dan menyesali keresahannya