Rabu, 31 Juli 2013

Perjalanan Pulang

K.M.Meliku Nusa. Perjalanan menuju utara, Pulau Miangas.

Rindu membawaku kembali ke selatan
meninggalkan utara yang "mungkin" nantinya jauh lebih kurindukan
Meliku Nusa, Metro Teratai, dan Tilong Kabila mengantarku pulang
Berlayar dari Utara, Tengah , Tenggara, hingga ke Selatan
Berhari-hari menikmati laut lepas
menjemput mentari terbit, lalu kembali menemaninya terbenam
terbit… terbenam…
terbit… terbenam…
terbit… terbenam…
terus berulang hingga sesaat aku lupa waktu
31 Juli 2013, mentari kembali terbit
bak mengingatkanku : “Ini waktunya pulang”
Akhirnya, perjalanan panjang ini memisahkan kita di Pelabuhan Makassar, Soekarno Hatta.


~Juli dan perpisahan yang berhasil menitipkan rindu untuk @MiangasUh85

Jumat, 21 Juni 2013

Pesan Singkat

Sender: No Name
Date   : 21/06/2013 02:18

Selarut ini aku masih terjaga. Rupanya lelah berkeliling seharian belum cukup ampuh untuk mengubah waktu tidurku. Karena mata sulit diajak kompromi, jadilah saya mencari bacaan di blog. Iseng-iseng membaca blog si kakak yang sering kutegur sapa.


Kau tahu apa yang kudapat? Dunia kecil yang penuh rasa. ini seperti menemukan setumpuk harta karun.

Untuk kakakku yang baik hati:
"terimakasih telah menulis, aku menemukan banyak inspirasi dari tulisan manismu."




~Juni dan lelah yang tak berhasil membuatku terlelap~

Rabu, 15 Mei 2013

Ternyata kami Berbeda



Fulanah adalah teman sepermainanku di sekolah. Kami memiliki banyak kesamaan bahkan guru bahasa Inggris mengira kami saudara, katanya kami mirip. Kami sama-sama bandel. Kami lebih senang keluyuran ke kebun sepulang sekolah. Pas istirahat, kami hobi gangguin teman. Kalau musim pohon berbuah kami lebih suka manjat. Manjat pohon mangga atau pun pohon jambu. Dan kalau telat masuk kelas, teman pasti suka ngeledekin “Kalian pasti habis nongkrong di pohon ‘kan? Ih dasar monyet!”.

Berhubung  kami punya bakat aneh dan sangat “aktif”, berinisiatiflah kami untuk ikut kegiatan ekstrakurikuler: tapak suci.  Hitung-hitung bekal buat jadi “jagoan”.

Kalau lagi bosan pas jam belajar, biasanya kami lebih asyik cekikikan ketimbang memperhatikan guru. Buku humor hadiah dari teman lah penyebabnya.

Meski kami bandel, pas pelajaran tadarrus, kami tetap lancar setor hapalan. Minimal 1 surah untuk sepekan. Rajinnya bukan cuma hafal surah, tapi juga hafal bahasa arab. Tapi pernah sekali, teman-teman sekelas kompakan tidak hafal mufradhat bahasa Arab. Guru kami tentu marah besar. Sebagai hukumannya, betis kami jadi sasaran empuk  sapu ijuk. Awalnya pedis dan terasa panas,  kemudian lebam dan memar. Itu berbekas sampai beberapa hari.

Sejak saat itu, kami lebih rajin menghafal. Soalnya kapok kena sapu ijuk. Dan semenjak tamat sekolah, kami berpisah. Dia lebih memilih belajar dalam bidang ilmu agama di pesantren sedang saya mendalami ilmu umum di sekolah negeri. Kadar bandel kami menurun. Kami sama-sama berubah.

5 tahun berlalu.  Dia tetap berjuang melanjutkan hafalannya.  Hingga beberapa juz al-Qur’an pun bisa dikuasainya. Sedang saya sangatlah merugi, jangankan bertambah, hafalanku yang lalu pun kadang lupa lupa ingat. Aku betul-betul sangat iri padanya. Dulunya kami sama-sama bandel, tapi sekarang ternyata kami berbeda.  

#Ini cerita random yang disatupadukan. Terlalu banyak kenangan yang teringat akhir-akhir ini.

"Orang yang paling baik diantara kalian adalah seseorang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR.Bukhari no.4639)

Siapa yang membaca Al-Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah(kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. keduanya bertanya, "Mengapa kami dipakaikan jubah ini?" dijawab,"Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Qur'an." (HR. Al-Hakim)

Dari Ibnu Umar Radhiallahu Anhuma dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam beliau bersabda: "Tidak boleh ada hasad (kecemburuan) kecuali pada dua hal. (pertama) kepada seorang yang telah diberi Allah (hafalan) Al-Qur'an, sehingga ia membacanya siang dan malam. (kedua) kepada seorang yang dikaruniakan Allah harta kekayaan, lalu dibelanjakannya harta itu siang  dan malam (di jalan Allah)." (HR. Al-Bukhari no. 4638 dan Muslim no.1350)

Senin, 08 April 2013

Si Jagoan Kelas



Hai! Aku Dafi. Si jagoan kelas. Meski badanku gendut, saya tetap orang paling keren dan terkenal di sekolah. Teman-teman menganggapku anak paling “berani”. Aku lebih suka menjahili teman-teman daripada memperhatikan guru di kelas.  Tidak heran jika namaku tidak masuk dalam daftar peringkat 10 besar.

Nasibku sangat berbeda dengan Nailah. Si gadis hitam, pendek dan sama sekali tidak cantik tapi berbakat dalam banyak hal. Dia tipikal orang yang  enggan menyontek dalam ujian. Teman-teman menjulukinya “si solkar”.  Dia teman sekelasku sejak kelas 4 SD dan rumah kami hanya dipisahkan satu bangunan. Menurutku dia “monster”. Hampir semua pelajaran menjadi favoritnya: matematika, kesenian, IPA, IPS, dan olahraga.

Matematika
Untuk pelajaran matematika, Nailah salah satu anak yang paling diandalkan di kelas.  Untuk sesi tebak jawaban, ia selalu bersemangat dalam adu cepat menjawab soal. Bahkan banyak teman yang berebutan duduk di sampingnya.  Teman-teman yang tidak berminat mengerjakan soal (termasuk saya), memilih menjadi tim sukses. Menyoraki dan menyemangati Nailah.

“Ayooo Nailah! Nailah! Nailaaah!” Kami bersorak sambil bertepuk tangan.

Jadilah kelas seperti pasar, sangat gaduh. Tapi Nailah tetap berkonsentrasi dengan angka-angka di hadapannya.  Dia betul-betul Jenius!

Olahraga
Ia sangat bersemangat saat pelajaran olahraga. Bagian favoritnya ialah senam lantai dan lari estafet.  Postur  tubuhnya yang kecil memberikan keuntungan dalam senam lantai, terutama cium lutut dan menyentuh jari kaki. Memiliki kaki pendek  memudahkan Nailah untuk melakukan senam lantai. Dan tentu dia lah yang bertahan paling lama dalam praktek senam lantai.

Kesenian
Menggambar dan membuat kerajinan tangan termasuk favoritnya.  Hal yang paling berkesan ialah tugas menggambar pulau. Sulawesi menjadi targetnya. Katanya itu pulau favoritnya. Sebab ia lahir dan besar di Sulawesi. Gambarnya merupakan karya kedua  terbaik di kelas. Untuk urusan menggambar, saya masih lebih unggul darinya. Itu pertama kalinya dia menganggapku sebagai saingan terberatnya. 

IPA dan IPS
Momen yang paling menakjubkan ialah saat Ibu Lina menantang kami untuk menghafalkan nama planet dan semua Negara dan ibu kota di Asia Tenggara. Hanya dia yang mengangkat tangan. Adrenalinnya terpacu saat sadar hanya dia yang merespon tantangan ibu lina.

“Yang lain kok nggak ada yang angkat tangan? Ah payah, tidak ada saingan.  Ini tidak sekeren yang kubayangkan.”  Dia berkomentar dengan ekspresi cemberut yang dibuat-buat.

“Ya.. Nailah” Ibu Lina mempersilakannya.

Dia berdiri dengan semangat dan dengan lancar ia melafalkan 9 planet di tata surya dan 10 negara di Asia tenggara lengkap dengan ibu Kotanya (Pada masa kami, Negara di Asia Tenggara Hanya 10, Timor Leste masih termasuk kawasan Indonesia. Begitupun dengan planet, berjumlah 9 sebab Pluto masih tergolong planet).

Setelah selesai menyebutkan semua planet dan negara asia tenggara serta  ibu kotanya, teman-teman sekelas bersorak dan bertepuk tangan untuknya. Aku semakin cemburu dengan kepopulerannya. Bisa-bisa label jagoan kelas akan direbut olehnya.

***

Dia sudah hampir memenuhi standar sempurna di mataku. Sayang saat pelajaran agama, ia sangat berbeda. Tidak semangat seperti saat mengerjakan soal matematika atau menghafalkan negara Asia Tenggara dan nama-nama planet. Dia berubah 180 derajat.

Semua teman sekelas sangat bersemangat melafalkan hafalan shalat. Sedang dia hanya diam membisu.
“Ah, hafalan shalatku di bawah rata-rata”  ia meremehkan dirinya.

Ia menyesal, hafalan shalatnya hanya sebatas surah al-fatihah dan surah pendek. Shalat  pun ia hanya rutin di waktu magrib, sedang waktu lain hanya sesekali.

“Lihat masa Nailah nggak hafal bacaan shalat. Padahal ‘kan ayahnya sering keliling masjid ngasih ceramah!” teman-teman sekelas menyindirnya.

Nailah merasa sangat minder, tapi dia tidak menyerah. Sepulang dari sekolah, target utamanya ialah menuntaskan hafalan shalat. Mengingat sindiran teman-teman, semangatnya kembali terpacu. Ia menghafal sepanjang malam. 

Ya, dia betul-betul melakukannya dengan baik! Dan hasilnya sempurna! Saat ujian kelulusan Sekolah Dasar, dia memperoleh nilai tertinggi dalam  praktek agama. Begitu pun dengan pelajaran yang lain. Dia menyabotase peringkat pertama. Dia betul-betul  mengagumkan. Dengan semangat, kejujuran, kerja keras, dan kemandiriannya, dia bisa membuktikan bahwa memang dia lebih pantas menjadi jagoan kelas. 


#Based on true story, catatan 10 tahun silam.

Selasa, 19 Februari 2013

Empty World


~.Dear God, please  keep us.~
no  word... no  voice...
die  away  in  blur  circle
I  could  find  none
Just  the  empty  world
O  God…I  walk  alone  in  the  dark  road
with  tears  in  my  eyes
O  God…without  You, I  lost  my  way
I  couldn’t  find  the  way  home
O  God…It’s  too  hard  to  face  it  alone
At  one’s  wit’s  end
Out  of  one’s  senses
It’s  like  living  in  the  jungle



Jumat, 18 Januari 2013

Tahu Ken(apa)?

~. dari kesalahan, selalu ada pembenaran 
yang bisa mengajarkan kita "menerima" dengan ikhlas .~


Ada saatnya, 
aku yang kau kenali tiba-tiba menjadi orang yang "berbeda".
Bukan lagi si jinak. melainkan si buas yang sangat keras kepala 
dan tidak mau mendengarkan siapa pun.

Tahu kenapa?

Mungkin menjadi si penurut terlalu membosankan.
Atau mungkin menjadi jinak bukanlah hal yang pantas. 
Terlebih lagi jika harus menghadapi  “harimau”. 


Meski buas tak pernah benar-benar membuatku bahagia.
Tapi aku berani menjadi berbeda. 

Tahu kenapa?

Karena aku percaya, akan ada teman 
yang tetap berdiri di sampingku meski yang lain menjauh. 
Seperti kamu yang tetap mempercayaiku meski aku tak lagi sama.



Senin, 17 Desember 2012

untuk kalian


Hari ini, banyak cerita dari pertemuan singkat.
Ternyata banyak hati yang terluka.
Untuk yang pernah tersakiti,
ternyata kalian ribuan kali lebih kuat dari yang aku lihat selama ini.
 ~.....~
Terima kasih sudah mau menjadi “teman” 
yang merangkulku saat terjatuh...
Terima kasih sudah mau menjadi “teman” 
yang menjaga agar tidak ada yang menertawakanku saat terjatuh...
Terima kasih sudah mau menjadi “teman” 
yang tulus memberikan senyuman saat perasaan sesak... 

#catatan di sudut 21


  

Selasa, 04 Desember 2012

Love Attack

 Klik! 
Dashboard...
Reading list...
Scroll down...
Hujan.Jodoh.
Scroll up...
Cinta.Rindu.Desember. 

Ah tidak ada yang menarik..
Bukan...bukan tidak ada yang menarik...
Tapi saya sedang tidak berminat melahap bacaan yang ada sangkut pautnya dengan "hati".
Hanya ingin menjaga hati dari serangan "virus merah jambu" . Maaf!


~ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hatiku di atas agama-Mu...   
...ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hatiku di atas ketaatan kepada-Mu~

 




Minggu, 02 Desember 2012

Titik Hilang

...Kita seperti garis terang yang tidak pernah bisa saling melihat sebelumnya. Bukan karena buta, tapi terlalu silau. Kemudian waktu perlahan memudarkannya hingga lenyap. Mungkin ini seperti titik hilang. Bayangan garis terang yang kita rekam hanya membekas seperti layar hitam..

Kita duduk saling berhadapan.
Dengan senyum simpul yang tertahan, suaraku mengalun lirih,
Aku menyerah... Tidak perlu menungguku, jika pada akhirnya harus melihat satu dari kita tersakiti.”
Kau membalas dengan senyuman getir yang kian merapuh. Lalu berbisik pelan, 
kita hanya perlu bertahan sampai tidak ada lagi yang sanggup menyerah.”
Singkat tapi itu betul-betul membuatku membatin… 
sampai tidak ada lagi yang sanggup menyerah? Ah kau selalu saja membuatku bingung.”
Ekspresi kebingunganku terlalu jelas untuk tidak disadari olehmu… Kemudian, kau lanjut berbisik,
Tetaplah bertahan, karena sampai kapan pun masih ada aku yang tidak pernah sanggup menyerah untukmusuaramu bergetar menjawab pikiranku.
Aku diam seribu kata, gagu. Tak tahu apa lagi yang harus kuucapkan.