Senin, 07 Februari 2011

Menangislah

Tawa bisa  disandiwarakan.. 
senyuman pun dapat dipalsukan 
tetapi 
air mata tidak akan menetes tanpa sebab yang sesungguhnya.


Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu berkata,
Rasulullah telah bersabda,
“Tiada sesuatu yang lebih disukai Allah 
melainkan dua tetes dan dua bekas. 
Tetesan air mata karena takut kepada Allah 
dan tetesan darah dalam mempertahankan agama Allah. 
Adapun dua bekas adalah bekas perjuangan fi'sabilillah 
dan bekas yang timbul karena memperjuangkan 
hal-hal yang diwajibkan Allah. (HR. Tirmidzi)


Aku akan menangis tatkala persahabatan  
yang tulus itu menjadi sesuatu yang mustahil.
Aku akan menangis ketika kejujuran itu   

Kamis, 03 Februari 2011

Harapku


PesonaMu silaukan hati 
Tumbuhkan harap 'kan keagunganMu 
meski tak dapat kurengkuh..
CintaMu cukup menjadi oase jiwa.. 
meski tak kasat mata 
keabadianMu cukup menjadi damai hidupKu.. 
meski tak dapat kugenggam.. 
nyataMu cukup menjadi peredam pedih.. 
imajiku tentangMu 
tak 'kan terbelenggu ruang
harapku akan cintaMu 
tak 'kan terenggut waktu

~dari bilik reot kupanjatkan harap akan singgasanaMu~

Rabu, 26 Januari 2011

kita


senangku, senangmu..
senang kita bersama
sedihku, sedihmu..
sedih kita bersama..
tawaku, tawamu..
tawa kita bersama..
tangisku, tangismu..
tangis kita bersama..
marahku, marahmu.
marah kita bersama..
apa pun itu..
Semua akan menjadi
rasa kita bersama...
disaat kita tetap bersama,
hidup akan lebih berharga 

meski pun tak semua cerita mempunyai akhir yang bahagia.
Tetap bersama dalam alunan masa yang diridhai-Nya..
Tetap bersama untuk bisa sekuat karang
yang tidak akan goyah dihantam ombak.
disaat kau dan aku menyatu dalam kita
pahit manisnya hidup akan terasa lebih indah

Senin, 24 Januari 2011

Masa tak 'kan Menghapusmu

Denting alunan waktu membekas pilu
Tak mampu pudarkan bias jiwamu 
dalam prisma hati
meski masa telah berganti,..
rona siluet jingga di ufuk barat 
masih membayangi senyuman terakhirmu
membius dunia sadarku
melayangkan angan ke masa Dia merenggut 
jiwamu dari sisiku
walau belasan dekade zaman telah berganti
tetap saja bayangmu tak 'kan terhapus gelap
kuikrarkan setia yang tak usai
'kan kujaga rinduku hingga 
perjumpaan di altar firdaus

Senin, 17 Januari 2011

Buangan menjadi Rebutan


     Sepertinya dengan berat hati saya harus mengakui bahwa dalam kurun waktu 17 tahun 10 bulan 7 hari dari masa hidupku, saya belum pernah melakukan hal yang membanggakan untuk orang disekitarku. Tentu saja hal tersebut membuat rating ketidakjelasan diriku meningkat pesat. Istilahnya saya tampak abstrak di mata mereka. Kasarnya sih produk gagal, orang buangan yang tidak ada manfaatnya *hikhikhiks sedih rek.. T.T
   well.. sebelum semuanya mewabah dan menjadi pandemi. Saya harus merombak hidupku yang tidak jelas.buram.kabur.or whatever lah.. Kalau perlu semua alat-alat canggih yang bisa nginclongin hidupku dibungkus semua deh (berkoar dengan semangat menggebu-gebu,. ^^). Hei bung! Sekarang semangatku sudah ada di puncak tertinggi..siap untuk terjun bebas..sebebas elang *loh kok jadi ngalor ngidul kagak jelas ya?! Hehe..
    Back to the topic, well..berhubung saya tidak mau menjadi salah satu produk gagal dan tidak mau sukses memproduksi kata "seandainya.." jutaan kali lipat lebih banyak dari manusia lainnya alias menjadi salah satu orang yang memendam jutaan penyesalan, mulai detik ini saya mau mengubah dunia,.ups maksudnya mengubah diriku menjadi lebih baik! "simsalabim abra kadabra..kun fa ya kun" *bibir komat kamit gak jelas..
   As we know "menjadi lebih baik itu tidak ada yang express" so.. tentu saja semuanya harus diperjuangkan tahap demi tahap istilahnya step by step lah.. yang penting secepatnya harus dimulai. Mulai dari yang kecil, mulai dari sekarang, dan yang pastinya mulai dari diri sendiri.
   Dalam rangka menata hidup menjadi lebih baik, tentu saja saya harus menetapkan misi awal untuk diri sendiri. First of all.. saya harus optimis, membuang semua sifat dan sikap negatif yang merusak, harus menjadi diri sendiri tidak mau hidup dalam ambisi orang lain. Ehm sepertinya kondisiku sekarang pas banget dengan quoted 5 cm karya
Donny Dirghantoro: 

"Taruh mimpi-mimpi kamu..cita-cita kamu..
keyakinan kamu..apa yang kamu mau kejar..
taruh di sini..jangan menempel di kening.
Biarkan dia menggantung.. mengambang..
5 cm di depan kening kamu..
jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu.
Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu setiap hari,
kamu lihat setiap hari dan kamu percaya kamu bisa.
Apapun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri,
kalau kamu percaya sama keinginanmu
dan kamu NGGAK BISA MENYERAH.
Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh,
bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat,
apa pun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri,
biarkan keyakinan kamu 5 centimeter
menggantung mengambang di depan kening kamu..
Dan sehabis itu, yang kamu perlu..
cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,
tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,
lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja dan
hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya,
serta mulut yang akan selalu berdoa "

   Pokoknya si produk gagal harus di musnahkan mulai detik ini! Si makhluk buangan harus jadi rebutan. Cukuplah ia jadi buangan di masa silam tapi sekarang dan di masa yang akan datang ia harus jadi rebutan. Tidak ada kata terlambat untuk melakukan yang terbaik.


Jumat, 24 Desember 2010

Cerita Tentang Dia


     Aku sudah tak kuasa lagi membendung hasratku tuk bercerita tentang dia. Dia yang entah sejak kapan begitu sangat kukagumi. Dikala hati dirundung duka, memandangnya merupakan salah satu penawar. Saat aku suntuk dan tak bisa berkonsentrasi di kelas kadang akusuka mencuri pandang ke arahnya. Di setiap menikmati keelokan parasnya yang rupawan nan meneduhkan, diri ini merasa begitu kerdil dan tak ada apa-apanya di mata sang Ilahi.
   Bagiku dia penuh dengan keajaiban. Dalam sekejap dia mampu menyihirku dengan misteri yang dimilikinya. Kalau ditanya tentang dia tentu dengan bangga aku akan mengatakan "SubhanAllah.. dialah ciptaan yang kudambakan".
   Di saat fajar menyingsing, keindahannya mampu menghidupkan semangatku tuk menjalani hari yang penuh kejutan. Di saat senja, dia tampak eksotis dengan rona siluet jingga yang terbias indah diufuk barat. Di saat malam menyapa, dia yang temaram tampak begitu romantis dikala hamparan beribu bintang menemaninya.
   Dia adalah langit. Salah satu bukti keagungan sang khalik yang bisa membuat mataku berbinar di saat menatapnya. Sungguh tak ada yang mampu menyeimbangi keindahan ciptaan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Selasa, 21 Desember 2010

Ngampus sampai Kurus!

     well. sekarang saya resmi putus dengan dunia perkuliahan semester pertama. Congratulation for me ^^. Kalau masalah nilai sih dengan sangat terpaksa saya harus bilang "I DON'T CARE" Whatever will be will be..Que sera sera. saya kuliah bukan hanya untuk mengejar nilai.
    Alhamdulillah rintangan pertama sudahterlewati. Meski agak kecewa juga sih karena kinerja saya sebagai mahasiswa di semester perdana ini sangatlah buruk. Gara-gara kesehatan drop, saya harus rela absen selama 1 pekan. Maklum., lebih besar pasak daripada tiang! tenaga terkuras habis-habisan padahal istirahat sangat minim. Ya wajarlah,. secara saya harus berangkat ke kampus pagi buta dan kembali ke rumah setelah matahari terbenam (resiko rumah kejauhan.. hidupku serasa habis di jalan!!).

    Selain itu, makan pun sudah sangat tidak teratur..beruntung sih kalau sempat makan 2 kali sehari. So.. nggak heran dong kalau pas ketemu teman SMA, mereka pada ngelihat saya dengan ekspresi prihatin dan berkomentar kalau saya jadi tambah kurus.
    
Yeah for me it's no problem!! Enjoy it! But, I Hope the next will be better than it!! ^^

Minggu, 19 Desember 2010

Hujan di Masa Lalu


    Akhir-akhir ini cuaca bumi memang sungguh mengenaskan. Panas dan hujan tak lagi menentu. Tapi biarlah alam berbuat sesuai apa yang dikehendaki sang Ilahi.
   Sore ini hujan kembali mengguyur kediamanku. "Pemandangan yang menyelipkan kehangatan di jiwa" bisikku sambil mengulurkan telapak tangan untukmerasakan dinginnya tetes hujan yang tumpah ruah. Suasana yang mengingatkanku akan hujan di masa lalu.
   Imajiku melayang bebas menguak potret kenangan enam tahun silam. Merengek manja agar diizinkan bermain bersama hujan. Tetap ngotot meski dengan bonus omelan.
Masa kanak-kanak yang penuh keceriaan. Bersorak gembira bersama kawan sepermainan. Tertawa riang mengikuti irama hujan yang mendarat indah di atap seng rumah. Berlari menerobos derasnya hujan. Mengejar sandal jepit yang terbawa arus hujan di aliran got. Menjerit ketakutan dikala deru guntur menyambut.
   Potret kenangan yang 'kan selalu mengambangkan rindu dalam ruang hati. Ceritakan padaku tentang hujan, aku ingin mengenalnya lebih dekat.

~Untuk mama., terima kasih telah memberiku kesempatan untuk mengukir kenangan indah bersama hujan~

Sabtu, 18 Desember 2010

Pejuang Sejati Berani Gagal untuk Sukses


  Hari ini galau lagi-lagi menyapa. Kecewa karena kembali teringat akan kegagalan yang kurengkuh. Rasanya saya tak pantas menyandang predikat sebagai alumni dari sekolah berpredikat unggulan! "Katanya alumni dari sekolahan yang murid-muridnya cerdas..tapi, nyatanya kalah saing dengan yang lain". Ya Allah ini sungguh kenyataan pahit yang menyakitkan.
  Malu beribu malu.. sungguh aku seperti seseorang yang kehilangan arah kendali. Tak kuasa menahan kekecewaan, sedihku kembali berkecamuk. Tangisku tak dapat terbendung. Astaghfirullah aladzim... seputus asa itukah aku sebagai seseorang yang yakin akan kuasa sang khalik?!
  Kembali ku indahkan galau hatiku dengan mengingat kuasa-Nya. Dalam penghambaanku pada-Nya, aku mengadu dengan tangis.
  

"ala bidzikrillaahi tathmainnul quluub
...ketahuilah, bahwa dgn berdzikir kepada Allah, hati menjadi tenang..."
  

Sungguh ialah obat deritaku. Irama bahagia perlahan menyambut. Meski berat, ku 'kan mengazzamkan diri tuk melukiskan anganku dalam cita. Setidaknya, aku harus rela keluar dari zona bahagiaku untuk merengkuh kebahagiaan yang lebih agung. Ulat pun harus rela terkurung sementara waktu dalam kepompong yang sempit dan gelap untuk bisa menjadi kupu-kupu cantik yang bisa terbang bebas di cakrawala.

Minggu, 14 November 2010

Episode Rasa


Hanya berkawan rindu.. Dalam buaian dingin malam, similar sepoi angin mendekap ringkih tubuhku . Bintang langit kelam menatap bisu, berkedip indah menerobos masuk ke sumber galau hatiku. Ia mengedipkan sinar seakan paham akan apa yang kurasa. 
Ahh.. imajinasiku melambung tinggi. Menerjang langit mimpi. Entah apalagi yang ingin dirajut oleh neuron-neuron otakku tentang dirinya. 
Tentang dia yang datang dengan kesederhanaan di senja itu. Ia yang mampu membekukan hatiku dengan tatapan dinginnya. Ia yang datang menghapus deritaku dengan senyuman tulusnya. Ia membawa temaram kunang-kunang di gelap gulitanya setapak yang kulalui. Ia yang hingga saat ini masih enggan tuk kusapa!! 
Arggh..aku mungkin hanya sang pengagum dalam diam.. tak berani bersuara..

ya Rabb bantu aku tuk jaga rasa ini dalam diam. Dan jika ia bukan untuk diriku seutuhnya, gantikanlah rasa dalam diam ini dengan rasa yang lebih indah kepada orang yang lebih tepat.