Minggu, 12 Maret 2023
Kamis, 09 Maret 2023
Belajar Menerima Takdir Allah
Apa yang Allah kehendaki pasti terjadi.
Apa yang kita inginkan, bisa terjadi jika Allah kehendaki.
Tapi, kehendak Allah belum tentu sesuai dengan keinginan kita.
Sebab yang kita inginkan saat ini, bisa jadi bukanlah hal yang paling kita butuhkan.
Sedangkan Allah, tentu jauh lebih mengetahui apa yang paling kita butuhkan.
Maka apapun yang saat ini terjadi atas kehendak Allah, belajarlah menerimanya. Meski terkadang harus diterima dengan penuh linangan air mata.
Sebab yang Allah Takdirkan, pastilah yang terbaik. Sudah tertakar sesuai kebutuhan kita dan tidak akan tertukar.
Termasuk perkara jodoh yang belum ketemu, pekerjaan yang tidak tentu, keturunan yang belum ada, dan ajal yang tiba-tiba.
#5CC
#5CC5
#bentangpustaka
#writingcareerclass
Rabu, 08 Maret 2023
Jalan yang Jauh
Sepanjang perjalanan, aku sibuk mengamati kendaraan yang lalu lalang. Menikmati pemandangan kota melalui kaca jendela DAMRI yang kutumpangi sejak 40 menitan lalu dari Bandara Minangkabau.
Menjelang magrib, mataku lebih terpaku ke langit biru yang mulai meredup. Syukur di sini cuacanya cerah. Padahal tadi siang, saat berangkat dari Hasanuddin, hujannya gerimis. Saat transit di Halim pun, hujan masih gerimis.
Matahari mulai terbenam, DAMRI melintasi jalur jalanan di sepanjang pinggir pantai. Pemandangan langit senja terlihat lebih indah. Energiku yang sudah hampir habis, seperti kembali terisi penuh.
Melewati Tugu Merpati Perdamaian, aku buru-buru mengeluarkan smartphone dari kantong tasku. Kubuka aplikasi kamera dan kuarahkan fokus ke matahari terbenam dan replika merpati. Orang-orang juga mulai ramai berkumpul di pinggir Pantai Padang, turut berfoto mengabadikan momen matahari terbenam.
"Turun di mana dek." Tegur kenek DAMRI saat aku asyik melihat pemandangan di luar jendela.
"Di perhentian akhir pak." Balasku kaget. "Di lapangan Imam Bonjol. Mau nyambung mobil travel di situ." Paparku lebih jelas.
"Mau ke mana dek? Saya juga turun di dekat lapangan. Mau lanjut ke Pessel." Tanya Bapak yang duduk berseberangan kursi denganku.
"Ke Painan, Pak." Jawabku singkat.
Lalu dia melanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan lain dan bercerita panjang lebar.
"Memangnya tidak takut ya dek, jauh-jauh ke kampung orang sendirian." Sambungnya setelah tahu kalau aku adalah pendatang yang jauh-jauh ke Sumatera untuk bekerja.
"Alhamdulillah tidak, Pak. Malah senang bisa kerja sambil jalan-jalan." Tuturku bersemangat.
Sejauh apapun kita berjalan, tidak ada yang perlu kita takutkan. Selama niat dan tujuan kita baik, tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Sebab dalam perjalanan, Allah akan selalu memberikan pertolonganNya melalui perantara orang-orang baik yang kita temui.
#5CC
#5CC4
#bentangpustaka
#writingcareerclass
Selasa, 07 Maret 2023
Menjaga Diri
"Perempuan itu seperti telur yang sangat rapuh, sekali retak, ia tidak akan pernah bisa kembali utuh seperti sebelumnya."
Seseorang pernah menyampaikan pesan ini saat aku masih SMP. Mungkin kata-katanya tidak sama persis. Tapi ini betul-betul sangat berkesan untukku.
Dari perumpamaan sederhana itu, aku belajar konsep menjaga diri. Bagaimana seharusnya seorang perempuan menjaga kehormatannya agar tidak terjerumus ke pergaulan yang salah.
Kalau tidak ingin hancur seperti telur, pandai-pandailah menjaga diri.
Jangan berani mendekati hal-hal yang bisa menjerumuskan kita ke sesuatu yang negatif.
Lebih baik menghindari daripada harus menyesali.
#5CC
#5CC3
#bentangpustaka
#writingcareerclass
Senin, 06 Maret 2023
Apa Kabar?
Mungkin ini salah satu pertanyaan klise yang sering kita dengar, sering kita tanyakan, sering kita baca. Bahkan saking seringnya, terkadang malah dianggap cuma basa-basi.
Apa kamu pernah mengirim pertanyaan seperti ini ke teman, keluarga, kerabat atau kenalanmu yang lain?
Apa jawaban mereka?
Atau mungkin, ada seseorang yang ingin sekali kamu kirimi pertanyaan ini, tapi malah nggak berani, overthinking duluan, nggak punya nyali, malu, atau gengsi?
Belum juga dikirim, tapi sudah kepikiran yang macam-macam.
Kira-kira respon dan jawabannya seperti apa ya?
Atau takut nggak direspon?
Centang biru tapi nggak dibalas.
Akhirnya nggak jadi deh dikirim.
Atau ada yang ingin kamu kirimi pertanyaan ini, tapi sudah nggak bisa lagi? Seseorang yang sangat kamu rindukan, tapi sudah tidak terjangkau lagi keberadaannya.
Apakah kamu pernah menerima pertanyaan seperti ini dari seseorang?
Bagaimana responmu?
Hai, kamu.
Iya, kamu yang membaca tulisan ini,
Apa Kabar?
#5CC
#5CC2
#bentangpustaka
#writingcareerclass
Minggu, 05 Maret 2023
Teman Cerita
"Kak, mauka cerita." Seorang teman dekat menghampiriku disaat bergegas apel pagi, suaranya terdengar memelas.
"Kenapa? Ada masalah apa?" Aku membalasnya sambil memperhatikan sorot matanya. Terlihat sayu, seperti habis menangis.
"Sebentar saya cerita kak, tidak sibuk ji ki?" Balasnya. Lalu kami berjalan beriringan menuju halaman depan.
"Hmm sebentar ya." Aku menjawab ragu-ragu. Pikiranku sibuk sendiri, bingung harus mengiyakan atau tidak, pasalnya Sabtu ini banyak list pekerjaan yang harus kuselesaikan. Maklum awal bulan, banyak laporan yang deadline di tanggal 5.
"Sebentar nah kita cerita." Lanjutku sambil menepuk-nepuk punggung tangannya dan mengamati ekspresi wajahnya, aku ingin memastikan ia tidak kecewa dengan responku sebelumnya.
Kemudian kami berpisah, aku mengambil posisi dalam barisan, sedangkan ia bersiap untuk mengambil dokumentasi apel pagi dan membuat notulensi.
Selepas apel pagi, kami malah sibuk dengan urusan masing-masing. Ia menuju ruangannya untuk menyelesaikan laporan yang sudah hampir deadline. Sedangkan aku, segera mencari perlengkapan kebersihan dan menuju halaman belakang untuk bersih-bersih, kali ini namaku masuk daftar Petugas Sabtu Bersih.
Setelah bersih-bersih, aku lanjut menyelesaikan laporan bulanan. Di tengah kehektikanku mengerjakan laporan, sesekali aku mengecek WhatsApp. Ada pesan singkat masuk dari teman yang tadi ingin bercerita. Ia meminta pendapatku terkait masalahnya. Aku membalas dan menanyakan lebih clear situasinya, lalu kembali fokus dengan laporan.
Pukul 11.30 WITA akhirnya laporan selesai, rencana selanjutnya adalah kunjungan ke rumah pasien, ada pemantauan berkala yang perlu kutuntaskan. Harus segera bergegas sebab ada undangan pertemuan juga yang wajib kuhadiri pada pukul 13.30 WITA di Tidung Mariolo.
Sebelum berangkat, aku kembali membuka WhatsApp. Runtutan pesan masuk sejak pukul 08.39 WITA. Aku fokus membaca pesan pada dua baris terakhir,
Mauka menyerah tapi haruska berjuang
Tapi capek ka
Terkadang saat sedang tidak baik-baik saja, mungkin kita tahu apa yang harus kita lakukan, tapi kita tetap butuh teman cerita, teman yang bisa hadir mendengarkan cerita dan keluh kesah kita.
Semangat ya
insyaallah semoga Allah mudahkan
Mauka dengar ceritanya panjang lebar
Tapi buru-buruka juga
InsyaAllah nanti ketemuki baru cerita-cerita
Aku mengirimkan balasan setelah membaca pesannya, lalu segera menuju parkiran.
Aku tipikal orang yang terlalu to the point dan kurang bisa berbasa-basi. Kuharap responku tidak membuatnya merasa terabaikan. Aku takut, di tengah kesibukanku, aku menjadi abai dengan orang-orang di sekitarku. Aku takut tidak punya waktu untuk orang lain, saat mereka butuh bantuan.
#5CC #5CC1 #bentangpustaka #writingcareerclass
Rabu, 14 Desember 2022
Kapan Nikah?
Sepanjang Tahun 2022, dipenuhi dengan undangan pernikahan orang-orang terdekat. Alhamdulillah turut berbahagia juga dengan pencapaian mereka, terlebih lagi teman-teman seangkatan kebanyakan sudah usia 30 tahun, pasti momen pernikahan salah satu hal yang paling dinantikan sebelum tahun berganti.
Bagi perempuan 30 tahun atau bahkan lebih, namun belum ketemu jodohnya pasti akan lebih sering mendengar beberapa teman, keluarga, atau orang sekitar bertanya "Kapan nikahnya? Tunggu apa lagi sih?"
Biasanya kalau dapat pertanyaan seperti itu, aku pasti cuma bisa nyengir saja dan menjawab "Semoga dimudahkan ya ketemu jodohnya, mohon dido'akan."
Andai ya mereka yang suka iseng dan kepo nanyain kapan nikah itu bisa langsung nyodorin calon-calonnya, biar yang ditanya nanti tinggal pilih saja. Soalnya kan kita juga suka uring-uringan mikirin jawabannya kalau ditanya kapan nikah?
Aku yang merasa gak dekat dengan siapa-siapa malah kebingungan harus bagaimana lagi biar cepat ketemu jodoh, apalagi setiap hari cuma bolak-balik rumah dan kantor. Beberapa kali mengusahakan melalui jalur ta'aruf, tapi tetap saja tidak semudah yang dibayangkan, selalu saja gagal, sampai hopeless dan insecure sama diri sendiri.
Semoga ya teman-teman yang sedang berjuang menuju pernikahan bisa dimudahkan proses mencari, dicari dan saling menemukannya. InsyaAllah rencana Allah akan selalu jauh lebih indah dari rencana kita.
Bagi yang sudah menikah, semoga dikuatkan dan diutuhkan rumah tangganya. Diberi limpahan berkah dan kebahagiaan bersama keluarga kecilnya.
















