Selasa, 07 Maret 2023

Menjaga Diri

 

"Perempuan itu seperti telur yang sangat rapuh, sekali retak, ia tidak akan pernah bisa kembali utuh seperti sebelumnya."

Seseorang pernah menyampaikan pesan ini saat aku masih SMP. Mungkin kata-katanya tidak sama persis. Tapi ini betul-betul sangat berkesan untukku.


Dari perumpamaan sederhana itu, aku belajar konsep menjaga diri. Bagaimana seharusnya seorang perempuan menjaga kehormatannya agar tidak terjerumus ke pergaulan yang salah.

Kalau tidak ingin hancur seperti telur, pandai-pandailah menjaga diri. 

Jangan berani mendekati hal-hal yang bisa menjerumuskan kita ke sesuatu yang negatif.

Lebih baik menghindari daripada harus menyesali.

#5CC
#5CC3
#bentangpustaka
#writingcareerclass

Senin, 06 Maret 2023

Apa Kabar?


Mungkin ini salah satu pertanyaan klise yang sering kita dengar, sering kita tanyakan, sering kita baca. Bahkan saking seringnya, terkadang malah dianggap cuma basa-basi.


Apa kamu pernah mengirim pertanyaan seperti ini ke teman, keluarga, kerabat atau kenalanmu yang lain? 

Apa jawaban mereka?


Atau mungkin, ada seseorang yang ingin sekali kamu kirimi pertanyaan ini, tapi malah nggak berani, overthinking duluan, nggak punya nyali, malu, atau gengsi?


Belum juga dikirim, tapi sudah kepikiran yang macam-macam. 

Kira-kira respon dan jawabannya seperti apa ya? 

Atau takut nggak direspon? 

Centang biru tapi nggak dibalas. 

Akhirnya nggak jadi deh dikirim.


Atau ada yang ingin kamu kirimi pertanyaan ini, tapi sudah nggak bisa lagi?  Seseorang yang sangat  kamu rindukan, tapi sudah tidak terjangkau lagi keberadaannya. 


Apakah kamu pernah menerima pertanyaan seperti ini dari seseorang?

Bagaimana responmu? 


Hai, kamu. 


Iya, kamu yang membaca tulisan ini, 


Apa Kabar?


#5CC

#5CC2

#bentangpustaka

#writingcareerclass

Minggu, 05 Maret 2023

Teman Cerita

 


"Kak, mauka cerita." Seorang teman dekat menghampiriku  disaat  bergegas apel pagi, suaranya terdengar memelas.

"Kenapa? Ada masalah apa?" Aku membalasnya sambil memperhatikan sorot matanya. Terlihat sayu, seperti habis menangis.

"Sebentar saya cerita kak, tidak sibuk ji ki?" Balasnya. Lalu kami berjalan beriringan menuju halaman depan.

"Hmm sebentar ya."  Aku menjawab ragu-ragu. Pikiranku sibuk sendiri, bingung harus mengiyakan atau tidak, pasalnya Sabtu ini banyak list pekerjaan yang harus kuselesaikan.  Maklum awal bulan, banyak laporan yang deadline di tanggal 5.

"Sebentar nah kita cerita." Lanjutku sambil menepuk-nepuk punggung tangannya dan mengamati ekspresi wajahnya, aku ingin memastikan ia tidak kecewa dengan responku sebelumnya.

Kemudian kami berpisah, aku mengambil posisi dalam barisan, sedangkan ia bersiap untuk mengambil dokumentasi apel pagi dan membuat notulensi.

Selepas apel pagi, kami malah sibuk dengan urusan masing-masing. Ia menuju ruangannya untuk menyelesaikan laporan yang sudah hampir deadline. Sedangkan aku, segera mencari perlengkapan kebersihan dan menuju halaman belakang untuk bersih-bersih, kali ini namaku masuk daftar Petugas Sabtu Bersih.

Setelah bersih-bersih, aku lanjut menyelesaikan laporan bulanan. Di tengah kehektikanku mengerjakan laporan, sesekali aku mengecek WhatsApp. Ada pesan singkat masuk dari teman yang tadi ingin bercerita. Ia meminta pendapatku terkait masalahnya. Aku membalas dan menanyakan lebih clear situasinya, lalu kembali fokus dengan laporan.

Pukul 11.30 WITA akhirnya laporan selesai, rencana selanjutnya adalah kunjungan ke rumah pasien, ada pemantauan berkala yang perlu kutuntaskan. Harus segera bergegas sebab ada undangan pertemuan juga yang wajib kuhadiri pada pukul 13.30 WITA di Tidung Mariolo.

Sebelum berangkat,  aku kembali membuka WhatsApp. Runtutan pesan masuk sejak pukul 08.39 WITA. Aku fokus membaca pesan pada dua baris terakhir, 

Mauka menyerah tapi haruska berjuang 

Tapi capek ka  


Terkadang saat sedang tidak baik-baik saja, mungkin kita tahu apa yang harus kita lakukan, tapi kita tetap butuh teman cerita,  teman yang bisa hadir  mendengarkan cerita dan keluh kesah kita.


Semangat ya

insyaallah semoga Allah mudahkan

Mauka dengar ceritanya panjang lebar 

Tapi buru-buruka juga

InsyaAllah nanti ketemuki baru cerita-cerita

Aku mengirimkan balasan setelah membaca pesannya, lalu segera menuju parkiran.


Aku tipikal orang yang terlalu to the point dan kurang bisa berbasa-basi. Kuharap responku tidak membuatnya merasa terabaikan. Aku takut, di tengah kesibukanku, aku menjadi abai dengan orang-orang di sekitarku. Aku takut tidak punya waktu untuk orang lain, saat mereka butuh bantuan.

#5CC #5CC1 #bentangpustaka #writingcareerclass

Rabu, 14 Desember 2022

Kapan Nikah?

Sepanjang Tahun 2022,  dipenuhi dengan undangan pernikahan orang-orang terdekat. Alhamdulillah turut berbahagia juga dengan pencapaian mereka, terlebih lagi teman-teman seangkatan kebanyakan sudah usia 30 tahun, pasti momen pernikahan salah satu hal yang paling dinantikan sebelum tahun berganti.




Bagi perempuan 30 tahun atau bahkan lebih, namun belum ketemu jodohnya pasti akan lebih sering  mendengar beberapa teman, keluarga, atau orang sekitar bertanya "Kapan nikahnya? Tunggu apa lagi sih?"


Biasanya kalau dapat pertanyaan seperti itu, aku pasti cuma bisa nyengir saja dan menjawab "Semoga dimudahkan ya ketemu jodohnya, mohon dido'akan."


Andai ya mereka yang suka iseng dan kepo nanyain kapan nikah itu bisa langsung nyodorin calon-calonnya, biar yang ditanya nanti tinggal pilih saja. Soalnya kan kita juga suka uring-uringan mikirin jawabannya kalau ditanya  kapan nikah?


Aku yang merasa gak dekat dengan siapa-siapa malah kebingungan harus bagaimana lagi  biar cepat ketemu jodoh, apalagi setiap hari cuma bolak-balik rumah dan kantor. Beberapa kali mengusahakan melalui jalur ta'aruf, tapi tetap saja tidak semudah yang dibayangkan, selalu saja gagal, sampai hopeless dan insecure sama diri sendiri.


Semoga ya teman-teman yang sedang berjuang menuju pernikahan bisa dimudahkan proses mencari, dicari dan saling menemukannya. InsyaAllah rencana Allah akan selalu jauh lebih indah dari rencana kita.


Bagi yang sudah menikah, semoga dikuatkan dan diutuhkan rumah tangganya. Diberi limpahan berkah dan kebahagiaan bersama keluarga kecilnya.

Senin, 09 Desember 2019

Cerita di Balik Jendela


Setelah berdiam dan menimbang banyak hal, akhirnya kita memutuskan untuk melangkah maju, meninggalkan semua ketakutan dan kenangan.

Dengan harapan melangit, kita memberanikan diri untuk membuka jendela yang selama ini tertutup rapat. Mencoba keluar dan melihat dunia yang baru.

"Jika yakin pada Allah, tak ada yang perlu kita cemaskan."

Ya, memang tak ada yang perlu kita cemaskan, karena nyatanya semua baik-baik saja. Di sini menyenangkan, kita bisa menikmati hidup yang jauh lebih indah.

Sabtu, 08 September 2018

Pemantik Semangat

Terimakasih untuk pesan kesan sederhana yang kalian tuliskan. Ini seperti kertas-kertas ajaib yang seketika bisa mengubah mood. Pesan positif yang menjadi pemantik semangat dalam menjalani tanggung jawab baru di tempat yang pertama kali ingin kujejaki. Tempat perantauan yang jaraknya ribuan kilometer dari rumah, Kab. Pesisir Selatan Sumatera Barat.




Kamis, 04 Januari 2018

Yakin Nggak?

Selalu takjub dengan skenario Allah yang penuh kejutan. Allah tahu apa yang kita butuhkan, Allah tahu apa yang terbaik untuk kita, jadi kita harus beryukur dan bersabar menerima apapun yang baik dan yang kurang menyenangkan. InsyaAllah semua cerita suka duka akan berakhir bahagia bagi yang yakin sama Allah.


Pernah beberapa kali memperjuangkan sesuatu yang betul-betul sangat diinginkan, dibela-belain mengejar meski deadline di depan mata. Setelah perjuangan panjang, pengumuman tiba dan dari banyak daftar nama, namaku nihil. Awalnya kecewa, tapi tetap berpikir positif sama Allah, rezeki ndak bakal salah alamat, insyaAllah ada yang lebih baik. Akhirnya bisa mengikhlaskan dan melepasnya tanpa beban. Hari-hari berlalu, yang dulu sudah dilepaskan karena yakin akan ada gantinya, ternyata kembali dengan cara yang indah. 

Alhamdulillahilladzi bini'matih tatimmus shalihaat

Yakinlah, apa yang menjadi milikmu tak akan pernah tertukar atau pun diambil orang lain. Tak usah risau, insyaAllah semua akan datang dari jalan manapun dan melalui perantara siapapun tanpa terduga.

Sabtu, 17 September 2016

Imam Desa Himbau Masyarakat Untuk Tidak BAB Sembarang Tempat


Pemerintah Kab.Takalar bekerjasama dengan UNICEF dan Lembaga Mitra Ibu dan Anak, sukses melaksanakan Sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Sosialisasi ini khusus untuk Imam Desa sekabupaten Takalar di Gedung PKK selama 2 hari, pada 7-8 September 2016. Kegiatan ini, diinisiasi oleh Dinas Kesehatan dan Kemenag Kab. Takalar untuk menyosialisasikan Program STBM kepada Tokoh Agama, agar mereka bisa menjadi salah satu ujung tombak dalam membantu memicu perubahan perilaku masyarakat.

“Pemuka agama/ imam desa diundang dalam sosialisasi ini, karena diharapkan bisa menyebarluaskan informasi terkait kebersihan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PH BS), sehingga dapat memicu masyarakat tidak BAB sembarangan. Program ini, merupakan program Pemerintah Kab.Takalar bekerjasama dengan UNICEF dan LemINA. Di Takalar, ada dua program yaitu STBM dan WASH in School. Dalam kegiatan ini UNICEF mempercayakan kami (LemINA) sebagai mitra untuk melaksanakan program.” Ujar Ibu Nurtang Gani, Project Manager WASH (Water and Sanitation Hygiene) LemINA saat pembukaan kegiatan.

Imam Desa diharapkan mampu menyinergikan informasi PHBS ke dalam ceramah/ khutbah agama nantinya. Melalui ceramah, imam desa bisa menghimbau dan menganjurkan masyarakat untuk menghentikan kebiasaan BABS (Buang Air Besar Sembarang) seperti di sungai, laut sawah, ladang, semak-semak dan sebagainya. Ini lantaran, BABS berdampak buruk terhadap kualitas hidup dan kesehatan masyarakat, dimana dapat menjadi faktor pemicu terjadinya kenaikan angka kesakitan dan kematian secara signifikan.

“Dalam agama kita ini, kebersihan merupakan hal yang sangat penting maka bapak-bapak sebagai imam desa yang merupakan ujung tombak dalam masyarakat, kami harap bisa menyampaikan mengenai perilaku hidup bersih sehat dan pentingnya kebersihan. Kita harus bisa memberikan penyuluhan dan sosialisasi terhadap masyarakat.” Himbau Bapak Drs. Mustajab, MM, Kasi Bimas Islam Kemenag kepada seluruh Imam Desa/Kelurahan dan Kepala KUA yang hadir.

Program Sanitasi Total Berbasis masyarakat ini bukanlah program baru. Program ini, mungkin klise karena hanya mengurusi orang yang Buang Air Besar Sembarang. Kenapa organisasi dunia sangat gencar mengurusi persoalaan BABS ini? Berdasarkan data WHO, Indonesia menempati peringkat kedua di dunia sebagai negara BABS terbanyak. Ini adalah salah satu prestasi yang sangat disayangkan, mengingat di Indonesia sebagian besar penduduknya adalah muslim. Oleh karena itu kita berharap prestasi ini bisa menurun.

“Satu orang yang BABS akan memberikan dampak untuk orang sekampung. Efek sampingnya bukan hanya kita sendiri tapi orang lain, bahkan orang yang tidak pernah bersilatuahmi dengan kita sekalipun bisa terkena dampaknya, mereka bisa terkena penyakit yang dibawa oleh lalat dari kotoran manusia.” Ungkap Ibu Eveline, District Fasilitator UNICEF.

Kamis, 26 Mei 2016

Melepaskan


Cerita kita masih sangat panjang, banyak hal yang perlu kita pahami sebelum membersamai orang yang tepat. 
Aku yakin bahwa Tuhan selalu mempertemukan kita dengan siapa pun untuk alasan baik, meski akhirnya harus ada yang kecewa karena kehilangan. 
Tetaplah lapang, tak peduli betapa resahnya menyembunyikan perasaan demi kebahagiaan orang lain. 
Tetaplah ikhlas, tak peduli betapa pedihnya mengalah demi kebaikan orang lain. 
Tetaplah tersenyum, tak peduli betapa sakitnya saat harus memilih menghapus perasaan yang kita pendam bertahun-tahun karena tahu sahabat sendiri mencintai orang yang sama. 
Mungkin memang benar kata orang, kita harus belajar melepaskan untuk mendapatkan kebahagiaan. 
Tapi seberapa besar pun usahaku membenarkan kata-kata itu, tetap saja bagiku melepaskanmu adalah belajar mencintai luka.


Jumat, 20 Mei 2016

Perihal Malam Ini


Malam ini, di tengah hingar bingar keramaian kota, aku berdiri di antara ratusan pasang kaki. Mataku terpukau pada kemeriahan panggung pertunjukan, menikmati euforia debaran jantung pada setiap kata-kata dalam puisi.

Malam ini, di bawah kerlap kerlip bintang langit, di antara kegaduhan sorak sorai penonton dan kebisingan lalu lalang kendaraan, tetap saja aku tak berhasil menemukan tempat persembunyian aman darimu. Sebab ternyata, di antara ratusan pasang kaki itu, ada sepasang kakimu yang berdiri tak jauh dariku.

Ini bukan kali pertamanya aku mencari tempat persembunyian darimu, tapi tetap saja tiba-tiba kamu berada di tempat yang sama. Apa ini pertanda bahwa kita harus berdamai dengan takdir? Atau mungkin ini peringatan, bahwa kita sudah terlalu senja untuk bermain kucing-kucingan.