Selasa, 27 September 2011

Gubuk dalam Istana

       
   Selepas perkuliahan aku bergegas memburu langkah. Makassarku masih sepanas yang lalu. Teriknya membuatku sangat tidak betah berdiam diri di tempat tak teduh. Alih-alih berdiam diri, melintasinya saja sudah membuat keningku sedikit berkerut. Langkahku semakin cepat saat pendanganku menangkap mobil plat kuning yang berhenti mulus sekitar 20 meter di depanku.
 
    Di tengah hiruk pikuk kepadatan lalu lintas, refleks kepalaku menggeleng miris melihat aksi nekat para "pengulur tangan" yang rela menentang matahari demi koin-koin penyambung hidup. Merasa  tidak tega melihat lansia berpakaian lusuh dengan pikulan karung  yang mengais rezeki di tumpukan sampah pinggir jalan. Merasa ibah melihat bocah seumuran 8 tahun memikul barang dagangannya dengan susah payah, bahkan sesekali ia terseok sambil menyekah keringat di keningnya.

   Sangat miris menyaksikan perjuangan pahit mereka melawan kemiskinan. Hidup mereka bagai pemandangan gubuk dalam istana.

  Astaghfirullah, sungguh kekeliruan yang fatal bila menilai mereka tidak pantas, mungkin saja kita yang lebih pantas di mata manusia ini terlihat jauh lebih kumuh dihadapan Sang pemilik semesta.
Mari sejenak menengok potret hidup mereka yang masih tak seberuntung kita.

Semoga ini menjadi nilai berharga yang dapat membangunkan kita dari keluhan dan pemikiran negatif sejenisnya.

Bersyukurlah untuk nikmat terindah yang kita rengkuh. Berikan senyuman terindahmu untuk harimu meskipun itu sangat melelahkan


Minggu, 18 September 2011

Kembali Menjenguk






Ternyata cukup lama juga yah tidak menjejakkan 
pandang di dunia maya ini.
Sudah sangat banyak yang tak terbaca. 
Daftar bacaan dari blog teman-teman jadi menumpuk semua. 

"Membacanya mulai dari mana yah??" 

Sepertinya mesti membuat daftar bacaan nih.. hehe ^^

Karena sudah lama nggak nge-blogging, menulis pun jadi macet. 
Jadi harus lebih giat membenahi diri. 

Ayo semarakkan gemar menulis!! Keep spirit!


~kembali menjenguk kata 'tuk merangkai inspirasi yang berhamburan~
This entry was posted in

Jumat, 01 Juli 2011

The Magic of Trying





  Anda tidak dapat memindahkan gunung hanya dengan mengangankannya, tetapi Anda dapat memindahkannya dengan kepercayaan yang kuat" -David J.Schwartz-

  Gary Scott mengatakan bahwa keberhasilan adalah hasil

serangkaian keputusan kecil yang memuncak dalam sebuah tujuan 

besar atau pencapaian. Cara terbaik memperoleh keberhasilan 

adalah mengikuti kata hati, percaya bahwa Anda dapat meraihnya, 

dan mewujudkan impian Anda (Gary, 2003:8)


  Setiap orang menginginkan keberhasilan, sebab pada dasarnya

itulah tujuan hidup mereka. Namun, di balik keberhasilan ada

masalah atau tantangan yang membutuhkan perjuangan untuk bisa

menyelesaikannya sehingga bisa meraih kemenangan, kebebasan, dan

keberhasilan. Pertanyaannya adalah bagaimana melakukan perjuangan

itu? Jawabannya adalah dengarkan kata hati Anda.


  Mungkin selama ini Anda membiarkan kata hati Anda berkata-kata

tanpa pernah mendengarkannya. Sekarang, jika Anda ingin meraih

keberhasilan hari ini, dengarkan kata hati Anda. Yakinlah bahwa

hati nurani Anda adalah suara terjernih yang ada di seluruh alam

semesta ini. Sebab dari situlah Tuhan berbicara dan Dia pasti

menunjukkan jalan yang terbaik bagi Anda menuju keberhasilan.

Jadi, untuk meraih keberhasilan, dengarkan kata hati Anda,

yakinlah lalu perbuatlah sesuai dengan yang ditunjukkan oleh Dia.

Anda pasti berhasil.

  Anda harus melatih diri sendiri untuk mencapai keberhasilan yang lebih besar dan semakin besar (David, 1992:14)



sumber: Paksi, Yopi Jalu.101 Tips Kilat! Berpikir Positif & 
Berjiwa Besar.2010. Yogyakarta:Media Pressindo.

Rabu, 29 Juni 2011

Embun Meng-uap


Menelusuri jalan berembun sangatlah menyenangkan
Menyambut mentari dari ufuk timur dengan tarian ceria
Menanti bayangan tercetak indah oleh terik mentari
Dan perlahan butir bening menguap di jalan setapak, rerumputan, dan dedaunan
Embun pun akan lenyap..
Tapi lenyap tak berarti tidak ada 'kan?
Ia lenyap tetapi ia akan terus ada
Ia hanya bersembunyi dari terik mentari
Tidakkah embun sangat menyedihkan?
Ia kesepian, hanya meringkuk dalam keteduhan gulita malam
Kupikir embun harus berguru kepada sinai
Setidaknya embun harus sekuat sinai
'tuk bisa bertahan menghadapi terik mentari, bukan?

Senin, 23 Mei 2011

Teka Teki Klasik



pandangan pertama
arah pukul 7 di kilometer 10
menyelundup relung rasa tanpa izin
bagai mendekap angan sia-sia
anehnya membuatku tak bergeming
penuh dengan pertikaian logika
lagi-lagi tentang teka-teki klasik
yang tak terpecahkan
lalu bagaimana aku harus
menyikapi kenyataan ini?

Rabu, 04 Mei 2011

Adakah Cinta Abadi?


  Aku masih ingat akan ceritamu tentang kekasih pertamamu.Katanya dia yang terbaik:cerdas, rupawan, mapan, dan sangat bermartabat.

sebulan kemudian..

   Dia yang kau puja malah menjadi yang terhina di otakmu. Miris, dalam hitungan detik saja penilaianmu tentang dia sudah bergeser seratus delapan puluh derajat. 

Lalu kau kembali mengadu tentang pujaan nomor dua mu..

"dia membuatku gila, 
menghantui mimpi-mimpi dan pikiranku.. 
Sepertinya dia pangeran terakhir 
yang dikirimkan untukku"

    Tetapi dua bulan setelah itu..kau kembali mengadu dengan air mata dan sumpah serapahmu,

"ternyata aku keliru menilai dia sebagai pangeran!
Dia tak jauh berbeda dengan pembunuh kelas kakap!
durhaka aku memuja pengkhianat sejahanam dia!"

setahun berlalu..

  Kau tak lagi datang mengadukan si nomor 3, nomor 4, ataupun nomor 5, 6, dan seterusnya. Sepertinya kau sudah kapok dengan pengkhianatan yang tak berujung.
   Tetapi ternyata aku keliru, kau kembali mengusikku dengan beribu cerita cintamu...
   Duhai fulanah.. gurauan cintamu sungguh menggelitik.Sungguh kesetiaan itu langka,begitu pula dengan penyandangnya.
   Tidak kah kau yakin dengan kedatangan "dia" yang telah disandingkan namanya dengan namamu di lau mahfudz oleh Rabb jagad raya?
   Tidak kah kau percaya akan janji Allah yang pasti tak 'kan teringkari?

"...wanita-wanita yang baik adalah
untuk laki-laki yang baik...
(Q.S.an-nur:26)"

Kamis, 21 April 2011

Pemuda Asing


Dia datang dari negeri nan jauh di timur
compang-camping dengan jinjingan berbalut sarung lusuh
Kusut kusam kain pembungkus tubuhnya
Dia datang dari negerinya membawa impian yang tak sebatas fatamorgana
Pandangannya sedatar cyrus di cakrawala
Sorot matanya pancarkan semangat as-shiddiq
Dia pemuda asing yang terasingkan
Fisiknya lusuh...tetapi batinnya seindah zamrud

Senin, 18 April 2011

Cerita Sendu


malam ini langit tak seindah yang lalu..
bintangku terganti kelam yang pekat
Senada dengan hati ibu yang pilu karenaku
aku terlalu tega membuatmu meneteskan air mata kepedihan
Aku terlalu lancang menolak permintaanmu
Permintaan yang tak terbandingkan dengan tetes peluh yang kau curahkan demi kenyamananku
Aku terlalu tega bertutur kasar
hanya karena satu pintaku yang tak terpenuhi..
Padahal aku tahu
pinta itu tak terpenuhi
karena tak sepeser sen pun tersisa di kantongmu
Aku terlalu tega membuatmu terseok meminta belas kasihan orang lain
demi menghilangkan rasa laparku..
maafkan aku ibu..
maafkan aku yang telah lancang
menggadaikan kasih sayangmu dengan duka

Rabu, 13 April 2011

Seindah Pelangi


Jika ukhuwah itu semisal pelangi,
mungkin aku merah,kau biru,dia kuning, dan mereka hijau..
Kita memiliki keindahan tersendiri,.
Dan semakin sempurna jika mewarna bersama dalam sebentuk pelangi ukhuwah..
Semoga Allah senantiasa menguatkan kebersamaan kita..
Saling mengingatkan, menguatkan dan mendoakan

Minggu, 03 April 2011

Bayangan Semu


ia menghampiri tanpa sepatah kata
kemudian berlalu meninggalkan cerita duka
ia terlihat.. tetapi silau cahaya menyingkirkannya
lama kumencari, tetap saja tak kutemukan..
satu, dua, tiga...
seratus, dua ratus, tiga ratus...
seribu, seribu satu...
tepat di hari ke-1001..
aku mendapatinya dengan jiwa yang tak sama..